Kamis, 26 Februari 2015

Jordan, lovebird rumahan yang kerap menjuarai lomba

Jordan merupakan lovebird rumahan yang yang kerap menjuarai lomba. Burung milik Om Arif Cai JBX dari Duta KM ini awalnya milik tetangganya. “Tadinya hanya sekadar untuk momongan rumahan saja,” kata Om Arif yang juga dikenal sebagai moderator forum lovebird di organisasi Kicau Mania (kicaumania.or.id).

Jordan, lovebird rumahan milik Om Arif Cai JBX yang kerap menjuarai lomba
Si tetangga sebelah rumah pun membelinya hanya dari pasar burung, ketika masih berumur 1,5 bulan. Selama dirawat tetangga, burung digantang berdampingan dengan seekor kenari. Tak heran apabila ngekeknya Jordan kental dengan isian kenari, namun durasinya panjang-panjang.
Om Arif Cai JBX kemudian memboyong lovebird warna hijau ini, untuk dijadikan masteran bagi lovebird-lovebird piaraannya di rumah. “Saya kepincut dengan ngekeknya Jordan yang sehari-hari sangat gacor,” tutur Om Arif.
Iseng-iseng, Om Arif pun mencoba menurunkan lovebird Jordan dalam even Latberan Desa Burung di Pecak Gabus, Tangerang. Inilah even perdana yang diikuti Jordan, dan langsung meraih juara 1 dan 3.
Sejak itu, Om Arif makin bersemangat dan  mulai menurunkannya di beberapa even lomba. Bahkan even-even besar pun pernah diikutinya, dengan prestasi yang bagus pula.
Dalam kontes Sumpah Pemuda Cup di Lapangan Banteng Jakarta, 26 Oktober 2014, Jordan meraih juara 3 dan 9. Kemudian dalam Piala Panglima TNI di Cibubur, 9 November 2014, Jordan tampil sebagai juara 4, 6, dan 13. Padahal pesertanya hebat-hebat.
Yang terbaru, dalam even Kapolres Cup Depok I di Balai Kota Depok, 11 Januari lalu, Jordan juga meraih juara 3 dan 6. Ya, Jordan mampu membuktikan diri bahwa lovebird rumahan pun bisa meraih prestasi bagus, termasuk dalam even-even besar.
Menurut Om Arif, keunggulan lovebird Jordan terletak pada keaktifan / kerajinan ngekek saat digantang. Burung ini juga bisa main sampai 3-4 sesi dalam setiap even yang diikutinya.
Merawat sendiri lovebird Jordan
Arif Cai JBX, moderator forum lovebird di kicaumania.or.id
Sejak di tangannya, Om Arif merawat sendiri lovebird Jordan. Kebetulan perawatan relatif simpel alias nggak pakai ribet. Hal ini sangat cocok untuk Om Arif yang setiap hari bekerja hingga malam.
Sebagaimana lovebird pada umumnya, Jordan sehari-hari hanya diberi milet putih. Karena bekerja hingga malam, Om Arif tak sempat melakukan penjemuran secara rutin. “Jemurnya hanya Sabtu dan Minggu,” kata dia.
Mandi juga hanya dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu. Jordan lebih suka mandi di dalam cepuk. Bahkan seringkali tidak mau mandi, meski cepuk sudah penuh berisi air. Kalau tidak mau mandi, Om Arif pun tak mau memaksanya.
Selama di rumah, burung juga tak pernah dikerodong, baik siang maupun malam. Lovebird Jordan hanya dikerodong kalau mau berangkat lomba.
Semua itu dilakukannya untuk meneruskan pola perawatan ketika Jordan masih berada di rumah tetangganya. Jadi, lovebird sejak anakan sudah terbiasa dengan rawatan seperti itu, dan terbukti tetap rajin bunyi dengan ngekek panjang-panjang.
Dia khawatir kalau terjadi perubahan drastis dalam pola perawatannya, performa lovebird Jordan malah mengalami penurunan.
“Jika ada yang berbeda dari perawatan di tangan pemilik lama adalah pemberian mentimun. Ya, ini saya lakukan sehari setelah lomba. Selain itu, setiap Rabu, saya beri jagung dan sawi agar makanannya lebih bervariasi.

Tips dongkrak stamina lovebird agar moncer di lapangan

Salah satu rahasia agar lovebird moncer di lapangan adalah selalu berusaha menjaga staminanya agar tetap prima. Dengan begitu, penampilannya bisa menjadi lebih maksimal, bahkan cenderung ngekek lebih panjang dengan mental  cukup baik. Lalu apa sajakah yang harus dilakukan untuk mendongkrak stamina lovebird? Berikut tips dongkrak stamina lovebird agar moncer di lapangan.

Dengan stamina yang prima, lovebird mampu tampil maksimal di setiap perlombaan
Om Kicau lebih senang menyebut “agar moncer di lapangan” daripada “agar menjadi juara”, karena banyak sekali faktor penentu burung menjadi juara, termasuk masalah penjurian yang masih kerap dikeluhkan para kicaumania yang hobi berlomba.
Keberhasilan dalam melombakan lovebird tidak terlepas dari pola perawatan dan pakan harian yang diberikan oleh pemilik atau perawatnya. Setiap lovebird lovers mempunyai cara masing-masing dalam merawat dan mendongkrak stamina burung kesayangannya agar bisa tampil maksimal saat dilombakan.
Untuk membantu Anda dalam mengatasi lovebird yang cenderung lesu dan kurang maksimal di lapangan, berikut ini beberapa tips untuk mendongkrak stamina lovebird agar moncer di lapangan.
Mendongkrak stamina melalui perawatan harian
  • Pagi hari, burung dikeluarkan dan diangin-anginkan sekitar 1 jam.
  • Sekitar pukul 07.30 – 08.00, lovebird dimandikan, kemudian dijemur.
  • Penjemuran bisa dilakukan hingga pukul 13.00 siang. Penjemuran dengan durasi lama ini dimaksudkan untuk melatih fisik dan stamina lovebird.
  • Setelah dijemur, lovebird diangin-anginkan di tempat sejuk selama beberapa saat. Setelah itu biarkan burung beristirahat sambil diberi pakan tambahan berupa buah dan sayuran.
Mendongkrak stamina melalui pakan
Selain perawatan di atas, satu hal penting dalam upaya mendongkrak stamina lovebird adalah memberikan pakan secara tepat. Beberapa pakan yang bisa mendongkrak stamina lovebird antara lain:
1. Jagung manis
Jagung manis bisa mendongkrak stamina lovebird

Jagung yang diberikan sebaiknya jagung manis yang masih segar atau baru dipetik. Selain berasa manis dan sangat disukai burung, jagung ini mempunyai banyak manfaat, terutama untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, kandungan nutrisi yang terdapat dalam jagung manis cukup lengkap, bahkan mengandung beta karoten, folat, crypthoxanthin, vitamin B, dan vitamin C.
2. Buah apel merah
Apel merah untuk lovebird

Buah apel terdiri atasbeberapa jenis dan warnanya. Jenis yang banyak diberikan untuk burung peliharaan adalah apel merah. Selain rasanya lebih manis daripada apel hijau, apel merah juga berkhasiat meningkatkan stamina burung secara cepat.
Namun, para kicaumania harus lebih berhati-hati, karena ada berita yang menyebutkan beberapa apel impor jenis Granny Smith dan Gala telah terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes yang bisa mematikan.
Selain itu, usahakan untuk mencuci kulit apel hingga bersih sebelum diberikan kepada burung. Ini untuk membuang sisa-sisa pestisida yang umumnya digunakan petani untuk mencegah serangga.
3. Kecambah atau biji berkecambah

Pakan utama lovebird adalah biji-bijian. Namun ada cara lain yang sangat bermanfaat selain memberikan pakan bijian dalam kondisi mentah, yaitu membuat bijian tersebut berkecambah atau keluar kecambahnya.
Selain sangat disukai burung, kecambah mempunyai kandungan nutrisi lebih lengkap ketimbang biji mentah. Yang lebih penting lagi, bijian berkecambah juga bisa mendongkrak stamina burung yang mengkonsumsinya.
Cara pembuatan biji berkecambah cukup mudah, yaitu dengan melakukan pembilasan dan perendaman terhadap pakan bijian. Informasi lengkap mengenai cara membuat biji berkecambah, silakan buka lagi dalam tautan di bawah ini:
Itulah beberapa hal mengenai cara mendongkrak stamina lovebird agar siap dilombakan, bahkan bisa moncer di lapangan.
Semoga bermanfaat.

Tiga jurus mengatasi lovebird yang sering ngeruji

Apabila mengalami kondisi tertentu, terutama birahinya memuncak dan tak tersalurkan, lovebird sehebat apapun sering menunjukkan perilaku ngeruji. Perilaku ini gampang diamati, karena lovebird lebih sering menempel pada dinding kandang atau jeruji sangkarnya. Burung malas bertengger pada tangkringan yang telah disediakan.

Lovebird juara pun bisa ngeruji. Butuh penanganan agar bisa nampil kembali.
Perilaku ngeruji bisa muncul saat lomba, terutama ketika lovebird betina bertemu dengan musuhnya yang berbeda jenis kelamin. Ini terjadi karena burung mengalami over birahi saat menghadapi lawan jenisnya.
Bisa juga muncul di rumah, sehingga tidak mungkin dibawa ke lapangan. Sebab ketika dipaksa tampil di arena lomba, burung pasti akan ngeruji terus. Kendati lawan-lawannya rajin bunyi, bahkan ngekek panjang, lovebird yang ngeruji sulit membalasnya dengan bunyi sempurna seperti biasanya.
Kejadian ini bukan hanya dijumpai pada lovebird rumahan. Lovebird yang biasa dilombakan, bahkan pernah berprestasi pun, bisa mengalami hal seperti ini. Dampaknya lovebird yang ngeruji adalah tak mau atau jarang ngekek lagi, dan cenderung pasif. Aktifnya hanya terus bergerak di jeruji sangkar / dinding kandang.
Selama perilaku ini belum teratasi, maka lovebird suka merambat-rambat pada jeruji sangkar, sambil berputar-putar. Meski di dalam sangkar sudah ada tangkringan, burung jarang mau bertengger, dan lebih suka merambat pada jeruji sangkar. Kalau pun mau nangkring, frekuensinya relatif sedikit.
Jika lovebird (termasuk lovebird juara) mengalami perilaku seperti ini, jangan harap ia mau berbunyi, apalagi ngekek panjang. Selain itu, burung sulit lagi diturunkan di lapangan karena dipastikan tetap memiliki tabiat merambat pada jeruji sangkar.
Penyebab utama lovebird ngeruji adalah over birahi. Selama birahi belum tersalurkan atau kita tidak berusaha meredamnya, maka selama itu pula perilaku ngeruji tetap muncul.
Ada tiga jurus mengatasi dan meredam birahi berlebihan pada lovebird, yaitu meniadakan extra fooding (EF), mengawinkannya, dan mengubah tataletak tangkringan.
1. Meniadakan extra fooding (EF)
Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi lovebird yang sering ngeruji adalah meniadakan extra fooding (EF) untuk sementara waktu. Jadi, jangan berikan dulu EF seperti sawi, kangkung, kuaci (biji bunga matahari), maupun jagung muda.
Selama perawatan, cukup berikan millet putih dan air minum.
Burung cukup diberi pakan utamanya saja, yaitu millet putih, plus air minum. Dengan cara demikian, lovebird hanya mendapat asupan nutrisi pokok saja.
Penurunan kadar protein akan membuat birahi burung secara berangsur-angsur menurun. Jika birahi sudah kembali ke level normal, maka lovebird pun akan mau bertengger lagi di tangkringan.

Perlukah menggacorkan burung dengan membuatnya latah?

Beberapa jenis burung, seperti cucak jenggot dan cucak hijau, sering disebut sebagai “burung latah”. Kelatahan ini sering dimanfaatkan sebagian kicaumania untuk membuatnya cepat gacor dengan cara memberikan efek kejutan. Yang sering dilakukan adalah menggebrak sangkar dengan sapu ijuk, atau memukulkan sapu lidi ke lantai. Karena kaget, cucak hijau dan cucak jenggot langsung bunyi. Apabila manusia latah, lalu dikageti, biasanya akan berucap “eh copot” atau “astaganaga”, atau bahkan kata saru dan kotor. Tetapi, perlukah cara seperti ini dilakukan untuk menggacorkan burung?

Jadi ada dua pengertian latah di sini. Pertama, burung latah dalam arti cepat merekam suara burung lain dan dapat melagukannya dengan baik.  Kalau ini sih malah bagus. Cucak hijau dan cucak jenggot dikenal memiliki kriteria seperti ini.
Meski cepat merekam suara burung lain, burung latah cenderung lebih cepat pula melupakan suara burung master, terutama jika lama sekali tidak pernah diperdengarkan. Kasus ini lebih sering terjadi pada cucak hijau.
Kedua, latah dalam arti burung langsung bereaksi dengan mengeluarkan suaranya ketika mendengar suara mengagetkan. Cucak hijau dan cucak jenggot juga dianggap memiliki sifat seperti ini, meski hal ini juga bisa terjadi pada murai batu yang sudah jadi. Beberapa jenis burung berkicau terlihat makin rajin bunyi jika mendengar suara saat hujan deras.
Nah, beberapa kicaumania kemudian sengaja memberi efek kejutan kepada burung agar sifat latah dalam pengertian kedua ini selalu muncul. Misalnya memukulkan sapu ijuk ke sangkar, memukulkan sapu lidi ke lantai, menyetel radio di dekat burung, menggesekkan kaleng ke lantai, dan sebagainya. Hal ini dilakukan terutama untuk cucak jenggot, yang selanjutnya akan menjadi contoh kasus dalam artikel ini.
Terapi sapu ijuk untuk cucak jenggot
Menggebrak sangkar cucak jenggot dengan sapu ijuk
(foto: kicaumania.or.id)
Jika kemudian ada cucak jenggot (CJ) yang menjadi gacor owor-owor setelah menjalani treatment  ini, boleh jadi ada benarnya. Tetapi bukan berarti menjadi sebuah kebenaran bahwa semua CJ yang semula malas bunyi tiba-tiba berubah menjadi gacor setelah diberi efek kejutan.
Beberapa percobaan serupa hanya membuat burung benar-benar ketakutan, glebekan sana-sini dan menabrak jeruji sangkar, yang berakibat pada kerusakan bulu. Bahkan, jika sedang apes, bisa saja CJ mengalami cedera pada kaki dan tulang dada.
Apa artinya? Treatment ini agaknya hanya bisa diterapkan untuk burung yang memang sudah gacor. Jika masih bakalan, atau sudah dewasa tetapi jarang bunyi, hasilnya malah tidak baik. Burung yang kelabakan tak karuan di dalam sangkar, apalagi dalam waktu lama, dan semua itu akibat perlakuan kita, jelas mengingkari makna dari perawatan burung itu sendiri.
Bukankah esensi perawatan burung adalah membuatnya jinak, bisa beradaptasi dengan perawatnya, membuat momongan kita nyaman dan kenyang penuh gizi, sehingga kondisi fisiknya selalu fit alias bugar? Ya, situasi dan kondisi itulah yang menjadi prasyarat awal burung menjadi gacor. Ini adalah “balasan” dari burung atas perlakuan kita yang berperikeburungan (he.. he..).
Cucak jenggot
Esensi perawatan adalah membuat burung nyaman dan bugar (fit).
Membuat efek kejutan bahkan dapat membuat individu burung tertentu bisa jantungan. Apalagi jika itu dilakukan dengan menggebrak sangkar menggunakan sapu ijuk. Sapu ijuk yang tak pernah dipakai untuk membersihkan lantai (jadi hanya dipakai untuk menggebrak sangkar) tetap berpotensi dihuni kutu, tungau, dan parasit lainnya. Ketika Anda memukulkan sapu ijuk ke sangkar, bisa jadi Anda telah mengirim kuman-kuman penyakit kepada burung tersebut.
So, untuk menggacorkan burung seperti cucak jenggot, lebih baik dilakukan melalui perawatan yang konsisten, mulai dari mandi-jemur, hingga setelan pakan. Simak juga panduan Om Kicau mengenai pembuatan pakan racikan untuk menggacorkan cucak jenggot.
Semoga bermanfaat.

Seluk-beluk perawatan burung kapas tembak

Burung kapas tembak semula dipelihara untuk dijadikan burung master. Tetapi karena suaranya juga bagus, bervariasi, serta bisa dimaster dengan suara burung lain, kapas tembak mulai "naik kelas" menjadi burung lomba, baik dalam kelas tersendiri seperti lomba-lomba di Sumatera, atau digabungkan dengan cucak jenggot seperti biasa dijumpai di Jawa dan Bali. Jumlah penggemar kapas tembak terus meningkat dari tahun ke tahun. Artikel kali ini mengenai seluk-beluk perawatan kapas tembak, mulai dari pakan dan extra fooding (EF), perilaku buka ekor, hingga pemasteran.

Sepertinya salah satu jenis burung yang juga memiliki banyak penggemar dan tetap eksis hingga bertahun-tahun adalah burung kapas tembak. Burung yang beberapa tahun lalu sempat populer dan banyak dicari penggemar burung di seluruh Indonesia karena suara kicauannya yang bisa bervariasi serta sering di jadikan burung masteran ini, hingga kini masih memiliki penggemar yang tetap setia merawatnya.
[foto: Ari Kurniawan]
[foto: Ari Kurniawan]
Secara umum, perawatan kapas tembak memang tidak jauh berbeda dari perawatan cucak jenggot,  burung dari keluarga cucak (misalnya cucakrowo dan trucukan), dan keluarga cica daun (cucak hijau, cucak ranting). yang tidak lepas dari pemberian buah-buahan seperti pisang dalam menu hariannya.
Namun perbedaan sifat dan karakter membuat perawatan kapas tembak memiliki sedikit perbedaan, juga perhatian tambahan.
SEPUTAR EF UNTUK KAPAS TEMBAK
Kapas tembak yang lebih mudah berbunyi dan memiliki potensi gacor idealnya adalah burung yang sudah terbiasa makan jangkrik dan kroto. Sebab, di alam liar, kapas tembak juga menyukai serangga kecil sebagai pakan tambahan. Adapun pakan utama tetap buah-buahan.
Dalam praktiknya, tidak semua kapas tembak yang dipelihara dalam sangkar menyukai atau tidak terbiasa dengan jangkrik dan kroto sebagai pakan tambahan atau extra fooding (EF).
Lalu, bagaimana jika kapas tembak yang Anda pelihara tidak menyukai jangkrik ? Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah jika burung sudah gacor atau rajin bunyi tanpa pemberian jangkrik.
Jika burung tidak mau makan jangkrik, maka bisa dicoba serangga pengganti yang sumber protein tinggi, misalnya belalang hijau atau kroto setiap hari. Kalau burung tetap tidak mau, maka satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah memberikan multivitamin agar kondisinya tetap fit.
Namun, bagaimanapun, jangkrik atau serangga sejenisnya tetap diperlukan sebagai sumber protein. Karena itu, diperlukan pengenalan dan pelatihan agar burung mau makan jangkrik. Berikut cara yang bisa Anda lakukan :
a. Berikan jangkrik dalam cepuk pakan
Metode ini untuk melatih dan membiasakan burung mau makan jangkrik. Caranya, masukkan seekor jangkrik yang terlebih dulu dipotong kepala dan kaki-kakinya ke dalam wadah voer . Dengan demikian, burung akan menganggap jangkrik adalah pakan yang Anda sediakan untuknya.
b. Angkat voer dan buah pada sore hari 
Sore hari, menjelang burung beristirahat, angkat voer dan buah-buahan. Setelah itu sangkar dikerodong, dan biarkan burung beristirahat sampai esok pagi dengan kondisi lampu dimatikan.
Esok pagi, setelah kerodong dibuka, burung jangan dulu diberi voer dan buah, tetapi langsung diberi beberapa ekor jangkrik yang sudah dipotong bagian kepala dan kaki-kakinya. Pemberian bisa langsung menggunakan tangan atau lidi, bisa juga dengan memasukkan jangkrik ke dalam cepuk makannya.
Secara berkala, amatilah apakah burung mau makan jangkrik atau tidak. Jika jangkrik tak disentuh, maka yang bisa dilakukan berikutnya adalah kembali memasukkan voer dan buah. Namun Anda jangan menyerah dulu. Ulangi kembali proses ini pada sore hari (cabut voer dan buah), dan paginya kembali disodori jangkrik.
c. Mencampur jangkrik dengan kroto 
Jika burung kapas tembak menyukai memakan kroto yang diberikan maka hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk melatih burung memakan jangkriknya, dengan cara mencampurkan potongan jangkrik kedalam kroto yang diberikan lalu diaduk hingga rata, dengan cara demikian burung akan terbiasa dengan rasa dan aroma dari jangkrik yang dimakannya.
Menggunakan tepung jangkrik, jika berbagai metode sudah dilakukan tetapi burung tetap tidak mau memakan jangkriknya, maka hal berikut bisa dijadikan sebagai cara terakhir agar burung bisa mendapatkan protein tambahan dari jangkrik yaitu dengan menggunakan tepung jangkrik yang dicampur dengan kroto ataupun voer nya, pencampuran tepung jangkrik dengan voer ini bisa menggunakan voer yang dilembutkan atau voer yang dibasahi dahulu dengan sedikit air agar tepung jangkrik dan voernya bisa bercampur dengan merata.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan jika kapas tembak tidak menyukai jangkrik sebagai menu hariannya. Jika kebetulan Anda memiliki metode lain, silahkan sharing dalam kotak komentar di bagian bawah halaman ini.
EFEK KROTO UNTUK KAPAS TEMBAK
Sudah bukan rahasia lagi jika pemberian kroto sangat bermanfaat pada sebagian besar burung kicauan. Selain bisa menambah stamina, pemberian kroto juga mampu membuat beberapa jenis burung makin bertambah rajin berkicau.
Begitu juga dengan kapas tembak. Stamina mereka akan bertambah dan metabolisme tubuh menjadi lebih lancar kalau pada pagi-pagi hari, burung diberikan kroto segar sebanyak 1 cepuk.
Untuk burung bakalan, pemberian kroto bisa dicampur dengan parutan buah peer. Anda juga bisa mencampur kroto dengan BirdVit, agar kondisinya selalu fit dan merangsangnya cepat bunyi. Untuk mempercepat peningkatan level kicauan, Anda juga bisa mencampur kroto dengan TestoBirdBooster. Suplemen ini juga bisa mengatasi kapas tembak dewasa yang kurang gacor, atau masih ngeriwik saja.
BUAH UNTUK KAPAS TEMBAK
Pemberian buah-buahan merupakan salah satu hal yang wajib diterapkan dalam perawatan harian kapas tembak. Sebab, sebagaimana cucak hijau, cucak jenggot, dan cucakrowo, kapas tembak tidak bisa dilepaskan dari pemberian buah-buahan setiap hari, khusunya  pisang kepok putih yang merupakan makanan favoritnya.
Jika menginginkan kapas tembak  selalu aktif, bersemangat, dan rajin bunyi, pemberian madu yang dioleskan pada pisang juga bisa diterapkan. Tentu saja pemberian madu tidak boleh berlebihan, karena bisa membuat burung cepat birahi atau over birahi yang akhirnya malah menyebabkan burung menjadi jarang berbunyi.
Akan lebih baik lagi jika buah-buahan diberikan secara bervariasi. Misalnya hari ini pisang, besok pepaya, luas apel, dan seterusnya , sambil tetap mengoles tipis madu pada buah-buahan tersebut.
TENTANG PERILAKU BUKA EKOR
Seperti halnya gaya buka sayap pada trucukan, buka ekor pada kapas tembak juga menunjukkan perilaku burung ini dalam menjaga wilayah teritorialnya. Dengan berkicau sambil buka ekor, kapas tembak seolah ingin memberikan bentuk penandaan pada wilayahnya.
Hampir semua burung kapas tembak memiliki perilaku buka ekor, apabila kondisi mereka sudah memenuhi berbagai persyaratan berikut ini :
  • Kondisi fisik yang fit,  tidak kekurangan gizi, dan tidak dalam kondisi mabung atau sakit.
  • Burung sudah mapan. Burung dewasa lebih sering menampilkan perilaku buka ekor. Sedangkan perilaku buka ekor yang ditunjukkan  burung muda masih dalam tahap mempelajari kondisi sekelilingnya. Misalnya ada burung dewasa di dekatnya yang terlihat membuka ekor, maka burung muda biasanya akan mengikuti gerakan tersebut.
Kapas tembak yang berkicau sambil buka ekor memang terlihat lebih gagah dan atraktif. Apalagi jika hal itu ditunjukkan dalam lomba, maka bisa memberikan nilai tambah bagi burung tersebut.
Untuk melatih kapas tembak agar mau buka ekor, sebenarnya cukup mudah. Yaitu selalu menjaga kondisi dan kesehatannya, dan sering melatihnya dengan burung yang lebih mapan setidaknya seminggu sekali.

PEMASTERAN KAPAS TEMBAK
Kapas tembak termasuk burung yang pintar meniru suara burung lainnya. Suara siulannya memang sepintas mirip suara burung kacer, meski mereka tak pernah ditempel burung tersebut. Tetapi jika kapas tembak lebih sering dimaster dengan burung lain yang gacor, misalnya cililin, kenari, lovebird, maupun serindit, maka suaranya akan lebih dahsyat lagi.

4 Tips memaksimalkan kerja cucak jenggot melalui ramuan tertentu

Entah mau dilombakan, atau sekadar untuk hiburan di rumah, para penggemar burung kicauan selalu berharap agar piaraannya bisa gacor alias rajin bunyi dan kondisi fisiknya selalu fit. Begitu pula dengan para penggemar burung cucak jenggot. Berikut ini 4 tips memaksimalkan kerja cucak jenggot melalui ramuan tertentu yang diyakini sebagian jenggotmania sangat berkhasiat.

Cucak jenggot Ratu Jagat
Ilustrasi: Cucak jenggot Ratu Jagad yang selalu tampil prima.
-
Sesuai dengan judul, dalam artikel ini ada empat tips sesuai dengan permasalahan yang sering dialami para pemilik cucak jenggot. Informasi ini dihimpun Om Kicau berdasarkan pengalaman sejumlah penggemar burung cucak jenggot.
1. Cucak jenggot kurang gacor, umur 1 tahun lebih
Cucak jenggot yang berumur lebih dari 1 tahun mestinya sudah gacor alias rajin bunyi. Sebab ia telah melewati masa mabung dewasa pertama, dan tentu saja sudah melewati umur dewasa kelamin.
Namun, karena sebab-sebab tertentu, ada saja individu cucak jenggot yang kurang gacor meski umurnya sudah 1 tahun lebih. Untuk meningkatkan performa suara, berikut ini tips sederhana yang bisa dilakukan:
  • Masukkan dua wadah air minum dalam sangkar, masing-masing berisi air biasa dan madu.
  • Pisang yang mau diberikan kepada burung terlebih dulu diolesi dengan madu.
  • Berikan extra fooding (EF) jangkrik sebanyak 1 ekor, masing-masing pagi dan sore. Sebelum diberikan, buang bagian kepala jangkrik, dan masukkan satu irisan kecil jahe (seukuran voer) ke tubuh jangkrik.
  • Terapi dikalankan selama 1 minggu, dan biasanya sudah terlihat ada perubahan.
Di luar cara tradisional tersebut, sejumlah jenggotmania juga sukses menggacorkan burungnya melalui terapi TestoBirdBooster (TBB), yang bahkan sudah bisa diberikan kepada cucak jenggot sejak umur 3-4 bulan, baik untuk burung jantan dan betina.
2. Menjernihkan suara cucak jengot


-
Banyak pilihan untuk mengatasi suara cucak jenggot, atau jenis burung berkicau lainnya, ketika suaranya terdengar serak. Cara yang paling praktis dan aman tentu saja obat khusus mengatasi serak, seperti BirdTwitter produk Om Kicau.
Tetapi jika ada alasan tertentu sehingga belum bisa membeli obat tersebut, Anda bisa mencoba cara lain seperti berikut ini:
  • Setiap dua kali seminggu, cepuk air minum diganti dengan air teh yang tak begitu manis, dicampur dengan 1/2 potong perasan air jeruk nipis.
  • Beberapa penggemar burung kicauan terkadang menggunakan larutan penyegar merek tertentu, namun Om Kicau menyarankan jangan karena peruntukannya berbeda.
3. Menjaga kesehatan cucak jenggot
Bagaimana mengatasi burung cucak jenggot yang over birahi parah

-
Burung hanya bisa gacor jika dalam kondisi fit dan sehat. Burung yang juara nasional pasti akan jarang berbunyi seperti biasanya, ketika dalam kondisi tidak fit. Karena itu, menjaga kesehatan burung sangatlah penting.
Berikut ini ramuan tertentu yang bisa diberikan kepada cucak jenggot agar kondisinya selalu fit sepanjang waktu:
  • Ramuan terdiri atas jahe, kencur, dan kunyit masing-masing 1 ruas / seukuran ibu jari (jempol).
  • Ketiga bahan diparut halus, kemudian diperas airnya, dan tambahkan sedikit madu.
  • Ramuan dimasukkan ke dalam cepuk air minum, dan cukup diberikan 1 bulan sekali.
  • Jika cucak jenggot tidak mau minum, bisa disiasati dengan mengangkat cepuk voer, cepuk air minum, dan pisang dari sangkarnya saat dijemur. Jadi, hanya ada burung dan tenggeran di dalam sangkar.
  • Setelah dijemur, masukkan cepuk minum yang berisi ramuan tadi, pasti langsung diminum.
Jika tidak mau repot, dan sudah terbukti efektif, Anda bisa mengandalkan penggunaan vitamin dan mineral secara rutin untuk menjaga kondisi burung selalu fit. Misalnya pemberian BirdVit 2 – 3 kali seminggu, dan BirdMineral 1 – 2 kali seminggu.
Cara praktis inilah yang dilakukan Om Darwin Delta (Pelopor SF) terhadap gaco-gaco koleksinya, termasuk kacer Alexis yang tampil sebagai burung terbaik Liga Independent Lampung 2014, Om Eka Jr (Jr’C Halim Jakarta) terhadap kenari Naga Sari yang menjadi burung terbaik dalam Liga BnR Jabodetabek 2014.

4. Mengatasi cucak jenggot yang nyulam
Proses pergantian bulu (moulting) pada burung biasanya terbagi dalam tiga tahap, dimulai dari ngurak, ambrol, hingga mabung. Ini proses pergantian bulu yang sempurna pada sebagian besar burung kicauan.
Beberapa jenis burung, misalnya cucakrowo, jarang mengalami proses mabung yang sempurna, sehingga mabung nyulam masih bisa ditoleransi.
Burung yang nyulam sebenarnya menderita, karena bulu lama tak bisa rontok secara sempurna sehingga tubuhnya merasa nggreges (meriang).
Karena itu, jika proses pergantian bulu pada burung cucak jenggot Anda tak bisa sempurna atau nyulam, berikut ini beberapa tips yang bisa dijalankan:
  • Cepuk voer jangan diisi penuh, cukup setengah saja. Setengahnya lagi diisi susu bubuk. Campur kedua bahan ini hingga merata (diaduk-aduk).
  • Berikan air minum sebagaimana biasanya (air putih, matang).
  • Porsi extra fooding (EF) serangga dibuat dua kali lebih banyak daripada biasanya.
  • Buah pisang tetap diberikan seperti biasanya.
  • Saat penjemuran, sangkar cucak jenggot dikerodong separo. Kemudian semprot kain kerodong menggunakan sprayer yang disetel halus. Tujuannya agar suasana di dalam lembab, tapi burung dalam kondisi dijemur, sehingga akan terjadi penguapan di dalam sangkar.
  • Terapi ini bisa membuat tubuh cucak jenggot tetap hangat (bukan panas).
  • Saat malam hari, burung full kerodong.
Untuk mencegah proses nyulam pada burung kicauan, Anda bisa memberikan BirdMolt-Pre. Ini dimulai ketika Anda melihat tanda-tanda awal proses moulting, yaitu jatuhnnya beberapa helai bulu, terutama di bagian dada.
BirdMolt-Pre berfungsi memperlancar proses mabung secara sempurna, sehingga rampungnya juga tepat waktu, tidak membuat burung nggreges, dan membantu proses pertumbuhan bulu-bulu baru.

Perilaku buka ekor pada kapas tembak: Bagaimana melatihnya?

Meski buka ekor merupakan salah satu pembawaan burung kapas tembak, faktanya tidak setiap individu kapas tembak mampu menampilkan gaya seperti itu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, misalnya umur, vitalitas (kondisi fit atau tidak fit), dan kondisi birahi. Untuk mengetahui apa dan bagaimana perilaku buka ekor, dan cara melatih burung kapas tembak agar mau menampilkan gaya buka ekor, yuk kita simak ulasannya berikut ini.

Kapas tembak pegassus milik Aphing (Jambi Team) dengan gaya buka ekor
Kapas tembak Pegasus milik Aping (Jambi Team) dengan gaya buka ekor.
-
Salah satu hal yang paling diidam-idamkan para penggemar kapas tembak adalah jika burungnya mampu berkicau penuh variasi, sambil menampilkan gaya buka ekor. Selain membuat penampilan burung menjadi gagah, gaya buka ekor juga menjadi nilai tambah bagi burung yang sedang dilombakan.
Tetapi, seperti dijelaskan di awal tulisan, semuanya tergantung dari umur, kondisi fit / tidak fit, dan kondisi birahi dari burung itu sendiri.
Umumnya perilaku buka ekor pada kapas tembak merupakan salah satu bentuk cara berkicau yang penuh emosi / ngotot. Tujuannya tentu agar dia diperhatikan, atau sedang memamerkan suara kicauannya yang bervariasi secara lantang kepada lingkungan atau burung lain di sekitarnya.
Karena dibawakan dengan penuh emosi, bulu-bulu ekornya pun ikut-ikutan mengembang, dan itulah yang disebut dengan gaya buka ekor.
Kapan dan bagaimana kapas tembak bisa tampil dengan gaya buka ekor. Burung akan menunjukkan gaya ini jika sudah memenuhi beberapa persyaratan berikut ini :
  1. Berjenis kelamin jantan
    Meski burung betina juga bisa bergaya buka ekor, namun tidak sengotot burung jantan yang akan buka ekor dengan suara kicauan penuh variasi. Burung betina cenderung buka ekor, tetapi dengan suara monoton, sehingga terlihat kurang ngotot (kebanyakan buka-tutup ekor).
  2. Sudah dewasa atau mapan
    Burung kapas tembak yang sudah dewasa / mapan mudah terpancing birahi dan emosinya, sehingga akan menampilkan gaya buka ekornya ketika sedang berada dalam kondisi puncaknya.
  3. Memiliki suara kicauan bervariasi
    Nah, hal ini tidak bisa diabaikan. Pemasteran bisa menjadi salah satu faktor yang menentukan bagus dan tidak penampilan burung tersebut. Seekor kapas tembak yang memiliki suara lebih bervariasi cenderung mudah ngotot dan langsung bongkar isian sambil membuka ekornya.
  4. Birahi dan emosinya stabil
    Memiliki birahi dan emosi yang stabli sangat penting untuk burung yang selalu dilombakan. Sebab tak jarang burung tersebut tampil ngotot dengan gaya buka ekor terus-menerus saat di rumah. Namun begitu masuk lapangan / lomba, burung cenderung berkicau seperti biasa, tanpa menampilkan gaya buka ekor seperti biasanya. Untuk mengatasinya silahkan cermati kembali pengaturan pakan dan extra fooding (EF) yang biasa diberikan pada burung tersebut.
Dalam kondisi tertentu, burung kapas tembak yang masih muda juga bisa menunjukkan perilaku buka ekor, dengan syarat kondisinya sedang puncak atau top form (sangat fit).
Ini bisa dimaksimalkan dengan sering melatihnya dengan tujuan membentuk karakter sewaktu berkicau (memunculkan kengototan atau emosinya ).
Cara melatihnya adalah dengan mengajak burung ke arena lomba, meski tidak ikut berlomba, tapi sekedar melihat dari kejauhan. Dengan begitu, mental burung secara perlahan akan terasah, dan burung pun mulai memiliki sifat ngotot dan bisa tampil dengan gaya buka ekor.
Kapas tembak yang sudah mapan cenderung menampilkan gaya buka ekor.
-
Selain itu, beberapa penggemar kapas tembak pun memiliki tips-tips khusus dalam melatih burung muda agar selalu tampil dengan gaya buka ekor. Beberapa hal yang biasa dilakukan antara lain :
  1. Rutin memandikan burung (pagi / siang / sore).
  2. Menjemur dengan durasi pendek.
  3. Memberikan pakan tambahan (EF) secukupnya saja, misalnya jangkrik dan ulat hongkong cukup 2 ekor sehari, dan kroto yang berbentuk kapsul / telur sebanyak 5 butir besar setiap harinya.
  4. Beberapa orang menganjurkan terapi mandi malam dengan air dingin / air es selama 3 x dalam waktu dua minggu.
  5. Memberikan buah bervariasi ( terutama pepaya).
Hal-hal di atas hanya sebagai pelengkap dalam perawatan saja. Adapun untuk keberhasilannya sangat tergantung dari kondisi burung.
Jika emosi mudah naik, tetapi birahinya stabil, burung kapas tembak menunjukkan gaya buka ekor yang khas.
Semoga bermanfaat.