Kamis, 26 Februari 2015
Jordan, lovebird rumahan yang kerap menjuarai lomba
Si tetangga sebelah rumah pun membelinya hanya dari pasar burung, ketika masih berumur 1,5 bulan. Selama dirawat tetangga, burung digantang berdampingan dengan seekor kenari. Tak heran apabila ngekeknya Jordan kental dengan isian kenari, namun durasinya panjang-panjang.
Om Arif Cai JBX kemudian memboyong lovebird warna hijau ini, untuk dijadikan masteran bagi lovebird-lovebird piaraannya di rumah. “Saya kepincut dengan ngekeknya Jordan yang sehari-hari sangat gacor,” tutur Om Arif.
Iseng-iseng, Om Arif pun mencoba menurunkan lovebird Jordan dalam even Latberan Desa Burung di Pecak Gabus, Tangerang. Inilah even perdana yang diikuti Jordan, dan langsung meraih juara 1 dan 3.
Sejak itu, Om Arif makin bersemangat dan mulai menurunkannya di beberapa even lomba. Bahkan even-even besar pun pernah diikutinya, dengan prestasi yang bagus pula.
Dalam kontes Sumpah Pemuda Cup di Lapangan Banteng Jakarta, 26 Oktober 2014, Jordan meraih juara 3 dan 9. Kemudian dalam Piala Panglima TNI di Cibubur, 9 November 2014, Jordan tampil sebagai juara 4, 6, dan 13. Padahal pesertanya hebat-hebat.
Yang terbaru, dalam even Kapolres Cup Depok I di Balai Kota Depok, 11 Januari lalu, Jordan juga meraih juara 3 dan 6. Ya, Jordan mampu membuktikan diri bahwa lovebird rumahan pun bisa meraih prestasi bagus, termasuk dalam even-even besar.
Menurut Om Arif, keunggulan lovebird Jordan terletak pada keaktifan / kerajinan ngekek saat digantang. Burung ini juga bisa main sampai 3-4 sesi dalam setiap even yang diikutinya.
Merawat sendiri lovebird Jordan
Sejak di tangannya, Om Arif merawat sendiri lovebird Jordan. Kebetulan perawatan relatif simpel alias nggak pakai ribet. Hal ini sangat cocok untuk Om Arif yang setiap hari bekerja hingga malam.
Sebagaimana lovebird pada umumnya, Jordan sehari-hari hanya diberi milet putih. Karena bekerja hingga malam, Om Arif tak sempat melakukan penjemuran secara rutin. “Jemurnya hanya Sabtu dan Minggu,” kata dia.
Mandi juga hanya dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu. Jordan lebih suka mandi di dalam cepuk. Bahkan seringkali tidak mau mandi, meski cepuk sudah penuh berisi air. Kalau tidak mau mandi, Om Arif pun tak mau memaksanya.
Selama di rumah, burung juga tak pernah dikerodong, baik siang maupun malam. Lovebird Jordan hanya dikerodong kalau mau berangkat lomba.
Semua itu dilakukannya untuk meneruskan pola perawatan ketika Jordan masih berada di rumah tetangganya. Jadi, lovebird sejak anakan sudah terbiasa dengan rawatan seperti itu, dan terbukti tetap rajin bunyi dengan ngekek panjang-panjang.
Dia khawatir kalau terjadi perubahan drastis dalam pola perawatannya, performa lovebird Jordan malah mengalami penurunan.
“Jika ada yang berbeda dari perawatan di tangan pemilik lama adalah pemberian mentimun. Ya, ini saya lakukan sehari setelah lomba. Selain itu, setiap Rabu, saya beri jagung dan sawi agar makanannya lebih bervariasi.
Tips dongkrak stamina lovebird agar moncer di lapangan
Om Kicau lebih senang menyebut “agar moncer di lapangan” daripada “agar menjadi juara”, karena banyak sekali faktor penentu burung menjadi juara, termasuk masalah penjurian yang masih kerap dikeluhkan para kicaumania yang hobi berlomba.
Keberhasilan dalam melombakan lovebird tidak terlepas dari pola perawatan dan pakan harian yang diberikan oleh pemilik atau perawatnya. Setiap lovebird lovers mempunyai cara masing-masing dalam merawat dan mendongkrak stamina burung kesayangannya agar bisa tampil maksimal saat dilombakan.
Untuk membantu Anda dalam mengatasi lovebird yang cenderung lesu dan kurang maksimal di lapangan, berikut ini beberapa tips untuk mendongkrak stamina lovebird agar moncer di lapangan.
Mendongkrak stamina melalui perawatan harian
- Pagi hari, burung dikeluarkan dan diangin-anginkan sekitar 1 jam.
- Sekitar pukul 07.30 – 08.00, lovebird dimandikan, kemudian dijemur.
- Penjemuran bisa dilakukan hingga pukul 13.00 siang. Penjemuran dengan durasi lama ini dimaksudkan untuk melatih fisik dan stamina lovebird.
- Setelah dijemur, lovebird diangin-anginkan di tempat sejuk selama beberapa saat. Setelah itu biarkan burung beristirahat sambil diberi pakan tambahan berupa buah dan sayuran.
Selain perawatan di atas, satu hal penting dalam upaya mendongkrak stamina lovebird adalah memberikan pakan secara tepat. Beberapa pakan yang bisa mendongkrak stamina lovebird antara lain:
1. Jagung manis
Jagung yang diberikan sebaiknya jagung manis yang masih segar atau baru dipetik. Selain berasa manis dan sangat disukai burung, jagung ini mempunyai banyak manfaat, terutama untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, kandungan nutrisi yang terdapat dalam jagung manis cukup lengkap, bahkan mengandung beta karoten, folat, crypthoxanthin, vitamin B, dan vitamin C.
2. Buah apel merah
Buah apel terdiri atasbeberapa jenis dan warnanya. Jenis yang banyak diberikan untuk burung peliharaan adalah apel merah. Selain rasanya lebih manis daripada apel hijau, apel merah juga berkhasiat meningkatkan stamina burung secara cepat.
Namun, para kicaumania harus lebih berhati-hati, karena ada berita yang menyebutkan beberapa apel impor jenis Granny Smith dan Gala telah terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes yang bisa mematikan.
Selain itu, usahakan untuk mencuci kulit apel hingga bersih sebelum diberikan kepada burung. Ini untuk membuang sisa-sisa pestisida yang umumnya digunakan petani untuk mencegah serangga.
3. Kecambah atau biji berkecambah

Pakan utama lovebird adalah biji-bijian. Namun ada cara lain yang sangat bermanfaat selain memberikan pakan bijian dalam kondisi mentah, yaitu membuat bijian tersebut berkecambah atau keluar kecambahnya.
Selain sangat disukai burung, kecambah mempunyai kandungan nutrisi lebih lengkap ketimbang biji mentah. Yang lebih penting lagi, bijian berkecambah juga bisa mendongkrak stamina burung yang mengkonsumsinya.
Cara pembuatan biji berkecambah cukup mudah, yaitu dengan melakukan pembilasan dan perendaman terhadap pakan bijian. Informasi lengkap mengenai cara membuat biji berkecambah, silakan buka lagi dalam tautan di bawah ini:
- Biji berkecambah untuk pakan burung kicauan
- Bikin burung sehat, kecambahkan dulu bijian pakan burung Anda
Semoga bermanfaat.
Tiga jurus mengatasi lovebird yang sering ngeruji
Perilaku ngeruji bisa muncul saat lomba, terutama ketika lovebird betina bertemu dengan musuhnya yang berbeda jenis kelamin. Ini terjadi karena burung mengalami over birahi saat menghadapi lawan jenisnya.
Bisa juga muncul di rumah, sehingga tidak mungkin dibawa ke lapangan. Sebab ketika dipaksa tampil di arena lomba, burung pasti akan ngeruji terus. Kendati lawan-lawannya rajin bunyi, bahkan ngekek panjang, lovebird yang ngeruji sulit membalasnya dengan bunyi sempurna seperti biasanya.
( lihat juga Tips mengatasi lovebird ngleper di lapangan )
Kejadian ini bukan hanya dijumpai pada lovebird rumahan. Lovebird
yang biasa dilombakan, bahkan pernah berprestasi pun, bisa mengalami hal
seperti ini. Dampaknya lovebird yang ngeruji adalah tak mau atau jarang
ngekek lagi, dan cenderung pasif. Aktifnya hanya terus bergerak di
jeruji sangkar / dinding kandang.Selama perilaku ini belum teratasi, maka lovebird suka merambat-rambat pada jeruji sangkar, sambil berputar-putar. Meski di dalam sangkar sudah ada tangkringan, burung jarang mau bertengger, dan lebih suka merambat pada jeruji sangkar. Kalau pun mau nangkring, frekuensinya relatif sedikit.
Jika lovebird (termasuk lovebird juara) mengalami perilaku seperti ini, jangan harap ia mau berbunyi, apalagi ngekek panjang. Selain itu, burung sulit lagi diturunkan di lapangan karena dipastikan tetap memiliki tabiat merambat pada jeruji sangkar.
Penyebab utama lovebird ngeruji adalah over birahi. Selama birahi belum tersalurkan atau kita tidak berusaha meredamnya, maka selama itu pula perilaku ngeruji tetap muncul.
Ada tiga jurus mengatasi dan meredam birahi berlebihan pada lovebird, yaitu meniadakan extra fooding (EF), mengawinkannya, dan mengubah tataletak tangkringan.
1. Meniadakan extra fooding (EF)
Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi lovebird yang sering ngeruji adalah meniadakan extra fooding (EF) untuk sementara waktu. Jadi, jangan berikan dulu EF seperti sawi, kangkung, kuaci (biji bunga matahari), maupun jagung muda.
Burung cukup diberi pakan utamanya saja, yaitu millet putih, plus air minum. Dengan cara demikian, lovebird hanya mendapat asupan nutrisi pokok saja.
Penurunan kadar protein akan membuat birahi burung secara berangsur-angsur menurun. Jika birahi sudah kembali ke level normal, maka lovebird pun akan mau bertengger lagi di tangkringan.
Perlukah menggacorkan burung dengan membuatnya latah?
Jadi ada dua pengertian latah di sini. Pertama, burung latah dalam arti cepat merekam suara burung lain dan dapat melagukannya dengan baik. Kalau ini sih malah bagus. Cucak hijau dan cucak jenggot dikenal memiliki kriteria seperti ini.
Meski cepat merekam suara burung lain, burung latah cenderung lebih cepat pula melupakan suara burung master, terutama jika lama sekali tidak pernah diperdengarkan. Kasus ini lebih sering terjadi pada cucak hijau.
Kedua, latah dalam arti burung langsung bereaksi dengan mengeluarkan suaranya ketika mendengar suara mengagetkan. Cucak hijau dan cucak jenggot juga dianggap memiliki sifat seperti ini, meski hal ini juga bisa terjadi pada murai batu yang sudah jadi. Beberapa jenis burung berkicau terlihat makin rajin bunyi jika mendengar suara saat hujan deras.
Nah, beberapa kicaumania kemudian sengaja memberi efek kejutan kepada burung agar sifat latah dalam pengertian kedua ini selalu muncul. Misalnya memukulkan sapu ijuk ke sangkar, memukulkan sapu lidi ke lantai, menyetel radio di dekat burung, menggesekkan kaleng ke lantai, dan sebagainya. Hal ini dilakukan terutama untuk cucak jenggot, yang selanjutnya akan menjadi contoh kasus dalam artikel ini.
—
Jika kemudian ada cucak jenggot (CJ) yang menjadi gacor owor-owor setelah menjalani treatment
ini, boleh jadi ada benarnya. Tetapi bukan berarti menjadi sebuah
kebenaran bahwa semua CJ yang semula malas bunyi tiba-tiba berubah
menjadi gacor setelah diberi efek kejutan.Beberapa percobaan serupa hanya membuat burung benar-benar ketakutan, glebekan sana-sini dan menabrak jeruji sangkar, yang berakibat pada kerusakan bulu. Bahkan, jika sedang apes, bisa saja CJ mengalami cedera pada kaki dan tulang dada.
Apa artinya? Treatment ini agaknya hanya bisa diterapkan untuk burung yang memang sudah gacor. Jika masih bakalan, atau sudah dewasa tetapi jarang bunyi, hasilnya malah tidak baik. Burung yang kelabakan tak karuan di dalam sangkar, apalagi dalam waktu lama, dan semua itu akibat perlakuan kita, jelas mengingkari makna dari perawatan burung itu sendiri.
Bukankah esensi perawatan burung adalah membuatnya jinak, bisa beradaptasi dengan perawatnya, membuat momongan kita nyaman dan kenyang penuh gizi, sehingga kondisi fisiknya selalu fit alias bugar? Ya, situasi dan kondisi itulah yang menjadi prasyarat awal burung menjadi gacor. Ini adalah “balasan” dari burung atas perlakuan kita yang berperikeburungan (he.. he..).
—
Membuat efek kejutan bahkan dapat membuat individu burung tertentu
bisa jantungan. Apalagi jika itu dilakukan dengan menggebrak sangkar
menggunakan sapu ijuk. Sapu ijuk yang tak pernah dipakai untuk
membersihkan lantai (jadi hanya dipakai untuk menggebrak sangkar) tetap
berpotensi dihuni kutu, tungau, dan parasit lainnya. Ketika Anda
memukulkan sapu ijuk ke sangkar, bisa jadi Anda telah mengirim
kuman-kuman penyakit kepada burung tersebut.So, untuk menggacorkan burung seperti cucak jenggot, lebih baik dilakukan melalui perawatan yang konsisten, mulai dari mandi-jemur, hingga setelan pakan. Simak juga panduan Om Kicau mengenai pembuatan pakan racikan untuk menggacorkan cucak jenggot.
Semoga bermanfaat.
Seluk-beluk perawatan burung kapas tembak
Burung kapas tembak semula
dipelihara untuk dijadikan burung master. Tetapi karena suaranya juga
bagus, bervariasi, serta bisa dimaster dengan suara burung lain, kapas
tembak mulai "naik kelas" menjadi burung lomba, baik dalam kelas
tersendiri seperti lomba-lomba di Sumatera, atau digabungkan dengan
cucak jenggot seperti biasa dijumpai di Jawa dan Bali. Jumlah penggemar
kapas tembak terus meningkat dari tahun ke tahun. Artikel kali ini
mengenai seluk-beluk perawatan kapas tembak, mulai dari pakan dan extra
fooding (EF), perilaku buka ekor, hingga pemasteran.
Sepertinya salah satu jenis burung yang juga memiliki banyak penggemar dan tetap eksis hingga bertahun-tahun adalah burung kapas tembak. Burung yang beberapa tahun lalu sempat populer dan banyak dicari penggemar burung di seluruh Indonesia karena suara kicauannya yang bisa bervariasi serta sering di jadikan burung masteran ini, hingga kini masih memiliki penggemar yang tetap setia merawatnya.
Secara umum, perawatan kapas tembak memang tidak jauh berbeda dari perawatan cucak jenggot, burung dari keluarga cucak (misalnya cucakrowo dan trucukan), dan keluarga cica daun (cucak hijau, cucak ranting). yang tidak lepas dari pemberian buah-buahan seperti pisang dalam menu hariannya.
Namun perbedaan sifat dan karakter membuat perawatan kapas tembak memiliki sedikit perbedaan, juga perhatian tambahan.
SEPUTAR EF UNTUK KAPAS TEMBAK
Kapas tembak yang lebih mudah berbunyi dan memiliki potensi gacor idealnya adalah burung yang sudah terbiasa makan jangkrik dan kroto. Sebab, di alam liar, kapas tembak juga menyukai serangga kecil sebagai pakan tambahan. Adapun pakan utama tetap buah-buahan.
Dalam praktiknya, tidak semua kapas tembak yang dipelihara dalam sangkar menyukai atau tidak terbiasa dengan jangkrik dan kroto sebagai pakan tambahan atau extra fooding (EF).
Lalu, bagaimana jika kapas tembak yang Anda pelihara tidak menyukai jangkrik ? Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah jika burung sudah gacor atau rajin bunyi tanpa pemberian jangkrik.
Jika burung tidak mau makan jangkrik, maka bisa dicoba serangga pengganti yang sumber protein tinggi, misalnya belalang hijau atau kroto setiap hari. Kalau burung tetap tidak mau, maka satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah memberikan multivitamin agar kondisinya tetap fit.
Namun, bagaimanapun, jangkrik atau serangga sejenisnya tetap diperlukan sebagai sumber protein. Karena itu, diperlukan pengenalan dan pelatihan agar burung mau makan jangkrik. Berikut cara yang bisa Anda lakukan :
a. Berikan jangkrik dalam cepuk pakan
Metode ini untuk melatih dan membiasakan burung mau makan jangkrik. Caranya, masukkan seekor jangkrik yang terlebih dulu dipotong kepala dan kaki-kakinya ke dalam wadah voer . Dengan demikian, burung akan menganggap jangkrik adalah pakan yang Anda sediakan untuknya.
b. Angkat voer dan buah pada sore hari
Sore hari, menjelang burung beristirahat, angkat voer dan buah-buahan. Setelah itu sangkar dikerodong, dan biarkan burung beristirahat sampai esok pagi dengan kondisi lampu dimatikan.
Esok pagi, setelah kerodong dibuka, burung jangan dulu diberi voer dan buah, tetapi langsung diberi beberapa ekor jangkrik yang sudah dipotong bagian kepala dan kaki-kakinya. Pemberian bisa langsung menggunakan tangan atau lidi, bisa juga dengan memasukkan jangkrik ke dalam cepuk makannya.
Secara berkala, amatilah apakah burung mau makan jangkrik atau tidak. Jika jangkrik tak disentuh, maka yang bisa dilakukan berikutnya adalah kembali memasukkan voer dan buah. Namun Anda jangan menyerah dulu. Ulangi kembali proses ini pada sore hari (cabut voer dan buah), dan paginya kembali disodori jangkrik.
c. Mencampur jangkrik dengan kroto
Jika burung kapas tembak menyukai memakan kroto yang diberikan maka hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk melatih burung memakan jangkriknya, dengan cara mencampurkan potongan jangkrik kedalam kroto yang diberikan lalu diaduk hingga rata, dengan cara demikian burung akan terbiasa dengan rasa dan aroma dari jangkrik yang dimakannya.
Menggunakan tepung jangkrik, jika berbagai metode sudah dilakukan tetapi burung tetap tidak mau memakan jangkriknya, maka hal berikut bisa dijadikan sebagai cara terakhir agar burung bisa mendapatkan protein tambahan dari jangkrik yaitu dengan menggunakan tepung jangkrik yang dicampur dengan kroto ataupun voer nya, pencampuran tepung jangkrik dengan voer ini bisa menggunakan voer yang dilembutkan atau voer yang dibasahi dahulu dengan sedikit air agar tepung jangkrik dan voernya bisa bercampur dengan merata.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan jika kapas tembak tidak menyukai jangkrik sebagai menu hariannya. Jika kebetulan Anda memiliki metode lain, silahkan sharing dalam kotak komentar di bagian bawah halaman ini.
EFEK KROTO UNTUK KAPAS TEMBAK
Sudah bukan rahasia lagi jika pemberian kroto sangat bermanfaat pada sebagian besar burung kicauan. Selain bisa menambah stamina, pemberian kroto juga mampu membuat beberapa jenis burung makin bertambah rajin berkicau.
Begitu juga dengan kapas tembak. Stamina mereka akan bertambah dan metabolisme tubuh menjadi lebih lancar kalau pada pagi-pagi hari, burung diberikan kroto segar sebanyak 1 cepuk.
Untuk burung bakalan, pemberian kroto bisa dicampur dengan parutan buah peer. Anda juga bisa mencampur kroto dengan BirdVit, agar kondisinya selalu fit dan merangsangnya cepat bunyi. Untuk mempercepat peningkatan level kicauan, Anda juga bisa mencampur kroto dengan TestoBirdBooster. Suplemen ini juga bisa mengatasi kapas tembak dewasa yang kurang gacor, atau masih ngeriwik saja.
BUAH UNTUK KAPAS TEMBAK
Pemberian buah-buahan merupakan salah satu hal yang wajib diterapkan dalam perawatan harian kapas tembak. Sebab, sebagaimana cucak hijau, cucak jenggot, dan cucakrowo, kapas tembak tidak bisa dilepaskan dari pemberian buah-buahan setiap hari, khusunya pisang kepok putih yang merupakan makanan favoritnya.
Jika menginginkan kapas tembak selalu aktif, bersemangat, dan rajin bunyi, pemberian madu yang dioleskan pada pisang juga bisa diterapkan. Tentu saja pemberian madu tidak boleh berlebihan, karena bisa membuat burung cepat birahi atau over birahi yang akhirnya malah menyebabkan burung menjadi jarang berbunyi.
Akan lebih baik lagi jika buah-buahan diberikan secara bervariasi. Misalnya hari ini pisang, besok pepaya, luas apel, dan seterusnya , sambil tetap mengoles tipis madu pada buah-buahan tersebut.
TENTANG PERILAKU BUKA EKOR
Seperti halnya gaya buka sayap pada trucukan, buka ekor pada kapas tembak juga menunjukkan perilaku burung ini dalam menjaga wilayah teritorialnya. Dengan berkicau sambil buka ekor, kapas tembak seolah ingin memberikan bentuk penandaan pada wilayahnya.
Hampir semua burung kapas tembak memiliki perilaku buka ekor, apabila kondisi mereka sudah memenuhi berbagai persyaratan berikut ini :
Untuk melatih kapas tembak agar mau buka ekor, sebenarnya cukup mudah. Yaitu selalu menjaga kondisi dan kesehatannya, dan sering melatihnya dengan burung yang lebih mapan setidaknya seminggu sekali.
PEMASTERAN KAPAS TEMBAK
Kapas tembak termasuk burung yang pintar meniru suara burung lainnya. Suara siulannya memang sepintas mirip suara burung kacer, meski mereka tak pernah ditempel burung tersebut. Tetapi jika kapas tembak lebih sering dimaster dengan burung lain yang gacor, misalnya cililin, kenari, lovebird, maupun serindit, maka suaranya akan lebih dahsyat lagi.
Sepertinya salah satu jenis burung yang juga memiliki banyak penggemar dan tetap eksis hingga bertahun-tahun adalah burung kapas tembak. Burung yang beberapa tahun lalu sempat populer dan banyak dicari penggemar burung di seluruh Indonesia karena suara kicauannya yang bisa bervariasi serta sering di jadikan burung masteran ini, hingga kini masih memiliki penggemar yang tetap setia merawatnya.
Secara umum, perawatan kapas tembak memang tidak jauh berbeda dari perawatan cucak jenggot, burung dari keluarga cucak (misalnya cucakrowo dan trucukan), dan keluarga cica daun (cucak hijau, cucak ranting). yang tidak lepas dari pemberian buah-buahan seperti pisang dalam menu hariannya.
Namun perbedaan sifat dan karakter membuat perawatan kapas tembak memiliki sedikit perbedaan, juga perhatian tambahan.
SEPUTAR EF UNTUK KAPAS TEMBAK
Kapas tembak yang lebih mudah berbunyi dan memiliki potensi gacor idealnya adalah burung yang sudah terbiasa makan jangkrik dan kroto. Sebab, di alam liar, kapas tembak juga menyukai serangga kecil sebagai pakan tambahan. Adapun pakan utama tetap buah-buahan.
Dalam praktiknya, tidak semua kapas tembak yang dipelihara dalam sangkar menyukai atau tidak terbiasa dengan jangkrik dan kroto sebagai pakan tambahan atau extra fooding (EF).
Lalu, bagaimana jika kapas tembak yang Anda pelihara tidak menyukai jangkrik ? Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah jika burung sudah gacor atau rajin bunyi tanpa pemberian jangkrik.
Jika burung tidak mau makan jangkrik, maka bisa dicoba serangga pengganti yang sumber protein tinggi, misalnya belalang hijau atau kroto setiap hari. Kalau burung tetap tidak mau, maka satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah memberikan multivitamin agar kondisinya tetap fit.
Namun, bagaimanapun, jangkrik atau serangga sejenisnya tetap diperlukan sebagai sumber protein. Karena itu, diperlukan pengenalan dan pelatihan agar burung mau makan jangkrik. Berikut cara yang bisa Anda lakukan :
a. Berikan jangkrik dalam cepuk pakan
Metode ini untuk melatih dan membiasakan burung mau makan jangkrik. Caranya, masukkan seekor jangkrik yang terlebih dulu dipotong kepala dan kaki-kakinya ke dalam wadah voer . Dengan demikian, burung akan menganggap jangkrik adalah pakan yang Anda sediakan untuknya.
b. Angkat voer dan buah pada sore hari
Sore hari, menjelang burung beristirahat, angkat voer dan buah-buahan. Setelah itu sangkar dikerodong, dan biarkan burung beristirahat sampai esok pagi dengan kondisi lampu dimatikan.
Esok pagi, setelah kerodong dibuka, burung jangan dulu diberi voer dan buah, tetapi langsung diberi beberapa ekor jangkrik yang sudah dipotong bagian kepala dan kaki-kakinya. Pemberian bisa langsung menggunakan tangan atau lidi, bisa juga dengan memasukkan jangkrik ke dalam cepuk makannya.
Secara berkala, amatilah apakah burung mau makan jangkrik atau tidak. Jika jangkrik tak disentuh, maka yang bisa dilakukan berikutnya adalah kembali memasukkan voer dan buah. Namun Anda jangan menyerah dulu. Ulangi kembali proses ini pada sore hari (cabut voer dan buah), dan paginya kembali disodori jangkrik.
c. Mencampur jangkrik dengan kroto
Jika burung kapas tembak menyukai memakan kroto yang diberikan maka hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk melatih burung memakan jangkriknya, dengan cara mencampurkan potongan jangkrik kedalam kroto yang diberikan lalu diaduk hingga rata, dengan cara demikian burung akan terbiasa dengan rasa dan aroma dari jangkrik yang dimakannya.
Menggunakan tepung jangkrik, jika berbagai metode sudah dilakukan tetapi burung tetap tidak mau memakan jangkriknya, maka hal berikut bisa dijadikan sebagai cara terakhir agar burung bisa mendapatkan protein tambahan dari jangkrik yaitu dengan menggunakan tepung jangkrik yang dicampur dengan kroto ataupun voer nya, pencampuran tepung jangkrik dengan voer ini bisa menggunakan voer yang dilembutkan atau voer yang dibasahi dahulu dengan sedikit air agar tepung jangkrik dan voernya bisa bercampur dengan merata.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan jika kapas tembak tidak menyukai jangkrik sebagai menu hariannya. Jika kebetulan Anda memiliki metode lain, silahkan sharing dalam kotak komentar di bagian bawah halaman ini.
EFEK KROTO UNTUK KAPAS TEMBAK
Sudah bukan rahasia lagi jika pemberian kroto sangat bermanfaat pada sebagian besar burung kicauan. Selain bisa menambah stamina, pemberian kroto juga mampu membuat beberapa jenis burung makin bertambah rajin berkicau.
Begitu juga dengan kapas tembak. Stamina mereka akan bertambah dan metabolisme tubuh menjadi lebih lancar kalau pada pagi-pagi hari, burung diberikan kroto segar sebanyak 1 cepuk.
Untuk burung bakalan, pemberian kroto bisa dicampur dengan parutan buah peer. Anda juga bisa mencampur kroto dengan BirdVit, agar kondisinya selalu fit dan merangsangnya cepat bunyi. Untuk mempercepat peningkatan level kicauan, Anda juga bisa mencampur kroto dengan TestoBirdBooster. Suplemen ini juga bisa mengatasi kapas tembak dewasa yang kurang gacor, atau masih ngeriwik saja.
BUAH UNTUK KAPAS TEMBAK
Pemberian buah-buahan merupakan salah satu hal yang wajib diterapkan dalam perawatan harian kapas tembak. Sebab, sebagaimana cucak hijau, cucak jenggot, dan cucakrowo, kapas tembak tidak bisa dilepaskan dari pemberian buah-buahan setiap hari, khusunya pisang kepok putih yang merupakan makanan favoritnya.
Jika menginginkan kapas tembak selalu aktif, bersemangat, dan rajin bunyi, pemberian madu yang dioleskan pada pisang juga bisa diterapkan. Tentu saja pemberian madu tidak boleh berlebihan, karena bisa membuat burung cepat birahi atau over birahi yang akhirnya malah menyebabkan burung menjadi jarang berbunyi.
Akan lebih baik lagi jika buah-buahan diberikan secara bervariasi. Misalnya hari ini pisang, besok pepaya, luas apel, dan seterusnya , sambil tetap mengoles tipis madu pada buah-buahan tersebut.
TENTANG PERILAKU BUKA EKOR
Seperti halnya gaya buka sayap pada trucukan, buka ekor pada kapas tembak juga menunjukkan perilaku burung ini dalam menjaga wilayah teritorialnya. Dengan berkicau sambil buka ekor, kapas tembak seolah ingin memberikan bentuk penandaan pada wilayahnya.
Hampir semua burung kapas tembak memiliki perilaku buka ekor, apabila kondisi mereka sudah memenuhi berbagai persyaratan berikut ini :
- Kondisi fisik yang fit, tidak kekurangan gizi, dan tidak dalam kondisi mabung atau sakit.
- Burung sudah mapan. Burung dewasa lebih sering menampilkan perilaku buka ekor. Sedangkan perilaku buka ekor yang ditunjukkan burung muda masih dalam tahap mempelajari kondisi sekelilingnya. Misalnya ada burung dewasa di dekatnya yang terlihat membuka ekor, maka burung muda biasanya akan mengikuti gerakan tersebut.
Untuk melatih kapas tembak agar mau buka ekor, sebenarnya cukup mudah. Yaitu selalu menjaga kondisi dan kesehatannya, dan sering melatihnya dengan burung yang lebih mapan setidaknya seminggu sekali.
Kapas tembak termasuk burung yang pintar meniru suara burung lainnya. Suara siulannya memang sepintas mirip suara burung kacer, meski mereka tak pernah ditempel burung tersebut. Tetapi jika kapas tembak lebih sering dimaster dengan burung lain yang gacor, misalnya cililin, kenari, lovebird, maupun serindit, maka suaranya akan lebih dahsyat lagi.
4 Tips memaksimalkan kerja cucak jenggot melalui ramuan tertentu
-
Sesuai dengan judul, dalam artikel ini ada empat tips sesuai dengan permasalahan yang sering dialami para pemilik cucak jenggot. Informasi ini dihimpun Om Kicau berdasarkan pengalaman sejumlah penggemar burung cucak jenggot.1. Cucak jenggot kurang gacor, umur 1 tahun lebih
Cucak jenggot yang berumur lebih dari 1 tahun mestinya sudah gacor alias rajin bunyi. Sebab ia telah melewati masa mabung dewasa pertama, dan tentu saja sudah melewati umur dewasa kelamin.
Namun, karena sebab-sebab tertentu, ada saja individu cucak jenggot yang kurang gacor meski umurnya sudah 1 tahun lebih. Untuk meningkatkan performa suara, berikut ini tips sederhana yang bisa dilakukan:
- Masukkan dua wadah air minum dalam sangkar, masing-masing berisi air biasa dan madu.
- Pisang yang mau diberikan kepada burung terlebih dulu diolesi dengan madu.
- Berikan extra fooding (EF) jangkrik sebanyak 1 ekor, masing-masing pagi dan sore. Sebelum diberikan, buang bagian kepala jangkrik, dan masukkan satu irisan kecil jahe (seukuran voer) ke tubuh jangkrik.
- Terapi dikalankan selama 1 minggu, dan biasanya sudah terlihat ada perubahan.
2. Menjernihkan suara cucak jengot
-
Banyak pilihan untuk mengatasi suara cucak jenggot, atau jenis burung berkicau lainnya, ketika suaranya terdengar serak. Cara yang paling praktis dan aman tentu saja obat khusus mengatasi serak, seperti BirdTwitter produk Om Kicau.Tetapi jika ada alasan tertentu sehingga belum bisa membeli obat tersebut, Anda bisa mencoba cara lain seperti berikut ini:
- Setiap dua kali seminggu, cepuk air minum diganti dengan air teh yang tak begitu manis, dicampur dengan 1/2 potong perasan air jeruk nipis.
- Beberapa penggemar burung kicauan terkadang menggunakan larutan penyegar merek tertentu, namun Om Kicau menyarankan jangan karena peruntukannya berbeda.
-
Burung hanya bisa gacor jika dalam kondisi fit dan sehat. Burung yang
juara nasional pasti akan jarang berbunyi seperti biasanya, ketika
dalam kondisi tidak fit. Karena itu, menjaga kesehatan burung sangatlah
penting.Berikut ini ramuan tertentu yang bisa diberikan kepada cucak jenggot agar kondisinya selalu fit sepanjang waktu:
- Ramuan terdiri atas jahe, kencur, dan kunyit masing-masing 1 ruas / seukuran ibu jari (jempol).
- Ketiga bahan diparut halus, kemudian diperas airnya, dan tambahkan sedikit madu.
- Ramuan dimasukkan ke dalam cepuk air minum, dan cukup diberikan 1 bulan sekali.
- Jika cucak jenggot tidak mau minum, bisa disiasati dengan mengangkat cepuk voer, cepuk air minum, dan pisang dari sangkarnya saat dijemur. Jadi, hanya ada burung dan tenggeran di dalam sangkar.
- Setelah dijemur, masukkan cepuk minum yang berisi ramuan tadi, pasti langsung diminum.
Cara praktis inilah yang dilakukan Om Darwin Delta (Pelopor SF) terhadap gaco-gaco koleksinya, termasuk kacer Alexis yang tampil sebagai burung terbaik Liga Independent Lampung 2014, Om Eka Jr (Jr’C Halim Jakarta) terhadap kenari Naga Sari yang menjadi burung terbaik dalam Liga BnR Jabodetabek 2014.
4. Mengatasi cucak jenggot yang nyulam
Proses pergantian bulu (moulting) pada burung biasanya terbagi dalam tiga tahap, dimulai dari ngurak, ambrol, hingga mabung. Ini proses pergantian bulu yang sempurna pada sebagian besar burung kicauan.
Beberapa jenis burung, misalnya cucakrowo, jarang mengalami proses mabung yang sempurna, sehingga mabung nyulam masih bisa ditoleransi.
Burung yang nyulam sebenarnya menderita, karena bulu lama tak bisa rontok secara sempurna sehingga tubuhnya merasa nggreges (meriang).
Karena itu, jika proses pergantian bulu pada burung cucak jenggot Anda tak bisa sempurna atau nyulam, berikut ini beberapa tips yang bisa dijalankan:
- Cepuk voer jangan diisi penuh, cukup setengah saja. Setengahnya lagi diisi susu bubuk. Campur kedua bahan ini hingga merata (diaduk-aduk).
- Berikan air minum sebagaimana biasanya (air putih, matang).
- Porsi extra fooding (EF) serangga dibuat dua kali lebih banyak daripada biasanya.
- Buah pisang tetap diberikan seperti biasanya.
- Saat penjemuran, sangkar cucak jenggot dikerodong separo. Kemudian semprot kain kerodong menggunakan sprayer yang disetel halus. Tujuannya agar suasana di dalam lembab, tapi burung dalam kondisi dijemur, sehingga akan terjadi penguapan di dalam sangkar.
- Terapi ini bisa membuat tubuh cucak jenggot tetap hangat (bukan panas).
- Saat malam hari, burung full kerodong.
BirdMolt-Pre berfungsi memperlancar proses mabung secara sempurna, sehingga rampungnya juga tepat waktu, tidak membuat burung nggreges, dan membantu proses pertumbuhan bulu-bulu baru.
Perilaku buka ekor pada kapas tembak: Bagaimana melatihnya?
-
Salah satu hal yang paling diidam-idamkan para penggemar kapas tembak adalah jika burungnya mampu berkicau penuh variasi, sambil menampilkan gaya buka ekor. Selain membuat penampilan burung menjadi gagah, gaya buka ekor juga menjadi nilai tambah bagi burung yang sedang dilombakan.Tetapi, seperti dijelaskan di awal tulisan, semuanya tergantung dari umur, kondisi fit / tidak fit, dan kondisi birahi dari burung itu sendiri.
Umumnya perilaku buka ekor pada kapas tembak merupakan salah satu bentuk cara berkicau yang penuh emosi / ngotot. Tujuannya tentu agar dia diperhatikan, atau sedang memamerkan suara kicauannya yang bervariasi secara lantang kepada lingkungan atau burung lain di sekitarnya.
Karena dibawakan dengan penuh emosi, bulu-bulu ekornya pun ikut-ikutan mengembang, dan itulah yang disebut dengan gaya buka ekor.
Kapan dan bagaimana kapas tembak bisa tampil dengan gaya buka ekor. Burung akan menunjukkan gaya ini jika sudah memenuhi beberapa persyaratan berikut ini :
- Berjenis kelamin jantan
Meski burung betina juga bisa bergaya buka ekor, namun tidak sengotot burung jantan yang akan buka ekor dengan suara kicauan penuh variasi. Burung betina cenderung buka ekor, tetapi dengan suara monoton, sehingga terlihat kurang ngotot (kebanyakan buka-tutup ekor). - Sudah dewasa atau mapan
Burung kapas tembak yang sudah dewasa / mapan mudah terpancing birahi dan emosinya, sehingga akan menampilkan gaya buka ekornya ketika sedang berada dalam kondisi puncaknya. - Memiliki suara kicauan bervariasi
Nah, hal ini tidak bisa diabaikan. Pemasteran bisa menjadi salah satu faktor yang menentukan bagus dan tidak penampilan burung tersebut. Seekor kapas tembak yang memiliki suara lebih bervariasi cenderung mudah ngotot dan langsung bongkar isian sambil membuka ekornya. - Birahi dan emosinya stabil
Memiliki birahi dan emosi yang stabli sangat penting untuk burung yang selalu dilombakan. Sebab tak jarang burung tersebut tampil ngotot dengan gaya buka ekor terus-menerus saat di rumah. Namun begitu masuk lapangan / lomba, burung cenderung berkicau seperti biasa, tanpa menampilkan gaya buka ekor seperti biasanya. Untuk mengatasinya silahkan cermati kembali pengaturan pakan dan extra fooding (EF) yang biasa diberikan pada burung tersebut.
Ini bisa dimaksimalkan dengan sering melatihnya dengan tujuan membentuk karakter sewaktu berkicau (memunculkan kengototan atau emosinya ).
Cara melatihnya adalah dengan mengajak burung ke arena lomba, meski tidak ikut berlomba, tapi sekedar melihat dari kejauhan. Dengan begitu, mental burung secara perlahan akan terasah, dan burung pun mulai memiliki sifat ngotot dan bisa tampil dengan gaya buka ekor.
-
Selain itu, beberapa penggemar kapas tembak pun memiliki tips-tips
khusus dalam melatih burung muda agar selalu tampil dengan gaya buka
ekor. Beberapa hal yang biasa dilakukan antara lain :- Rutin memandikan burung (pagi / siang / sore).
- Menjemur dengan durasi pendek.
- Memberikan pakan tambahan (EF) secukupnya saja, misalnya jangkrik dan ulat hongkong cukup 2 ekor sehari, dan kroto yang berbentuk kapsul / telur sebanyak 5 butir besar setiap harinya.
- Beberapa orang menganjurkan terapi mandi malam dengan air dingin / air es selama 3 x dalam waktu dua minggu.
- Memberikan buah bervariasi ( terutama pepaya).
Jika emosi mudah naik, tetapi birahinya stabil, burung kapas tembak menunjukkan gaya buka ekor yang khas.
Semoga bermanfaat.
Mengembalikan kondisi cucak jenggot lomba pascabertelur
Kondisi yang menyebabkan seekor cucak jenggot bertelur adalah kodratnya sebagai burung betina. Tetapi ada lagi faktor pemicu lainnya, yang mempercepat cucak jenggot betina cepat bertelur, yaitu terlalu banyak mengkonsumsi pakan berprotein tinggi, baik dari pakan harian maupun pakan tambahan (extra fooding).
Bisa juga karena cucak jenggot terlalu sering melihat atau mendengar suara kicauan burung sejenis, sehingga hal ini dapat memicuk birahinya.
Perlu diketahui, telur yang dihasilkan cucak jenggot betina akan bersifat infertil (tidak subur / gabuk), alias tidak akan pernah menetas. Itu jika burung tersebut tidak pernah dikawini cucak jenggot jantan. Apabila burung betina dicampur dengan burung jantan dalam kandang yang sama, apalagi Anda jelas melihat keduanya kawin, tentu saja telur bisa menetas.
Burung cucak jenggot sehabis bertelur biasanya memiliki kondisi fisik yang lebih lemah daripada sebelumnya. Ini bisa dianalogikan dengan perempuan yang baru saja melahirkan anaknya, pasti kondisinya lemah.
Jika perawatan pascabertelur kurang tepat, maka cucak jenggot sulit tampil maksimal di arena lomba. Hal inilah yang sering dikeluhkan para jenggotmania.
Sebelum melombakan burung tersebut, ada baiknya memahami terlebih dulu perawatan dan penanganan cucak jenggot pascabertelur agar kondisi fisiknya bisa segera pulih.
Berikut ini beberapa hal yang bisa diterapkan saat menghadapi situasi-kondisi seperti disebutkan di atas:
- Menyendirikan atau menempatkan burung di tempat tenang untuk mempercepat pengkondisian burung (memulihkan kondisi fisiknya).
- Mulai rutin memberikan multivitamin seperti BirdVit untuk membantu pemulihan dan membantu burung mengumpulkan energinya kembali.
- Memberikan pakan buah-buahn secara bervariasi, seperti pepaya, apel, pisang, tomat, dan sebagainya setiap 2-3 jam sekali. Bisa juga membuat semacam koktail, yang terbuat dari potongan kecil-kecil berbagai jenis buah-buahan.
- Selama masa pemulihan, porsi jangkrik cukup 2 ekor saja pada pagi dan sore hari.
- Perlakuan mandi dan jemur diberikan seperti biasa.
- Setelah beberapa hari masa pemulihan, burung cucak jenggot pun bisa kembali dilombakan.
Berikan waktu istirahat bagi burung dengan memberinya full kerodong selama 1 hari untuk memulihkan tenaga dan mengumpulkan energinya.
Menyiapkan burung cucak jenggot agar siap lomba
Berikut ini panduan menyiapkan burung cucak jenggot agar siap lomba.
- Beberapa hari sebelum dilombakan, burung sebaiknya dijauhkan dari keberadaan cucak jenggot lainnya (kalau memang ada). Hal ini untuk mencegahnya agar tak terlalu aktif dan selalu birahi jika melihat atau mendengar burung sejenis di dekatnya.
- Mengurangi pakan tambahan(EF), dimulai sejak H-7 hingga H-2, khususnya jangkrik dan ulat hongkong.
- Buah-buahan tetap diberikan setiap hari. Begitu juga mandi dan penjemuran.
- Satu hari sebelum dilombakan atau H-1, burung diberikan pakan tambahan lebih banyak daripada biasanya. Misalnya jangkik dan ulat hongkong diberikan sebanyak 3 ekor pada pagi dan sore harinya.
- Untuk menjaga kondisinya, burung bisa diberikan full kerodong
- Menjelang dilombakan, berikan EF dalam jumlah lebih banyak daripada sebelumnya, misalnya jangkrik dan ulat hongkong menjadi 5 ekor.
- Berikan buah pisang atau apel merah yang sudah diolesi madu.
- Setiba di lapangan, sebaiknya kerodong jangan dulu dibuka. Biarkan burung beristirahat sebentar sampai mau berbunyi. Setelah itu buka kerodong, lalu dianginkan sebentar agar bisa beradaptasi dengan lingkungan baru / suasana di sekitar arena lomba.
- Setelah beberapa lama, cucak jenggot kembali dikerodong. Menjelang digantang, pakan buah-buahan dicabut agar burung lebih fokus ke lomba, terutama untuk cucak jenggot yang baru pertama kali dilombakan.
Semoga bermanfaat.
Melatih burung jalak kerbau agar jadi penurut
Burung dari keluarga jalak-jalakan, seperti jalak suren dan jalak kerbau, mempunyai tingkat kecerdasan yang tidak kalah dari burung paruh bengkok. Bahkan ada beberapa jenis jalak yang mampu menirukan suara manusia.
( baca juga Enam spesies burung jalak yang bisa dilatih bicara )
Sebagian besar spesies jalak merupakan burung penetap. Ketika
terlepas, biasanya burung tidak akan jauh dari lingkungan yang sudah
dikenalnya.Melatih jalak kerbau agar menjadi burung penurut sebenarnya cukup mudah. Kuncinya adalah melatihnya secara rutin dan penuh kesabaran.
Pelatihan secara rutin membuat jalak kerbau mampu mengenali materi yang diajarkan kepadanya, termasuk keluar-masuk sangkar, menghampiri pemiliknya saat mengeluarkan suara-suara tertentu, atau mengikuti pemiliknya kemanapun pergi.
Sebelum melakukan pelatihan, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut itu:
- Kondisi burung sehat atau tidak sedang dalam keadaan sakit.
- Sebaiknya pilih jalak kerbau yang masih muda. Kalaupun sudah dewasa atau tua, setidaknya burung dalam kondisi jinak atau tidak liar/giras.
- Lingkungan tempat latihan sebaiknya bebas dari lalu-lalang binatang liar seperti kucing, kendaraan bermotor, serta aktivitas manusia. Selain itu tidak terdapat banyak pepohonan rindang di sekitarnya.
- Tidak melakukan aktivitas pelatihan di luar ruangan pada siang hari yang terik, karena burung rentan stres dan tidak akan berkonsentrasi pada latihannya.
- Hindari pula melatih burung pada sore menjelang matahari terbenam, karena burung mudah kehilangan kontrol dan berakibat berkurangnya indera penglihatan mereka.
- Sebelum memulai pelatihan, burung sebaiknya cukup diberi makanan sekali, yang diberikan pada pagi hari.
- Selanjutnya, pakannya diangkat selama 3 – 4 jam sebelum burung menjalani pelatihan.
- Kondisi lapar akan mempermudah burung menuruti apapun yang kita instruksikan kepadanya.
Pada tahap pertama, burung jalak kerbau dilatih agar terbiasa berada di luar sangkar. Untuk itu, Anda bisa melatih burung di dalam kamar / ruangan tertutup.
Taruh sangkar burung di lantai, kemudian buka pintunya secara perlahan. Biarkan burung mengeksplorasi ruangan.
Setelah itu, coba panggil burung dengan siulan sambil menunjukkan pakan berupa ulat hongkong atau voer yang ditebarkan sedikit di tangan.
Lakukan terus-menerus sampai burung mau menghampiri pakan. Sebab dalam kondisi lapar, burung akan segera menghampiri pakannya.
Jika burung tidak mau menghampiri pakan, Anda bisa menyebarkan sedikit pakan di lantai tepat di bawah pintu sangkarnya. Biasanya, burung akan menghampiri pakan dan segera masuk ke dalam sangkarnya untuk mencari makanan.
Lakukan hal tersebut selama beberapa hari, sampai burung benar-benar mau mengambil pakannya langsung dari tangan Anda, setelah diperintahkan dengan siulan atau kata-kata.
Lama proses: 3 – 4 hari yang dilakukan 2-3 kali sehari atau tergantung kondisi
Tahap II: Melatih burung masuk sangkar Dengan masih menggunakan ruangan / kamar tertutup, cobalah biasakan burung untuk masuk sangkarnya saat disuruh. Misalnya dengan bersiul atau melalui kata-kata. Hal tersebut nantinya bisa memudahkan kita saat membawa burung di tempat terbuka.
Untuk melatih jalak kerbau agar mau masuk sangkar, Anda bisa memanggilnya sambil jongkok di belakang sangkarnya, dengan posisi pintu sangkar mengarah ke burung tersebut.
Mainkan pakan kesukaannya seperi ulat hongkong atau jangkrik dari belakang sangkar, dengan tetap menggunakan siulan atau panggilan sampai jalak mau masuk ke sangkar dan mengambil pakannya dari balik jeruji.
Lakukan hal ini terus-menerus, sampai burung mau masuk sangkar saat dipanggil dengan kata-kata atau siulan, meski tanpa menggunakan pakan untuk memancingnya masuk.
Lama proses: 3 – 4 hari yang dilakukan 2-3 kali sehari atau tergantung kondisi
Tahap III: Melatih di luar ruanganMelatih jalak kerbau di luar ruangan memerlukan keberanian dari pemiliknya. Pasalnya, tidak sedikit penggemar yang enggan melatih dengan cara seperti itu, lantaran takut burungnya akan terbang jauh alias kabur tak kembali lagi.
Jika sebelumnya kita telah memberikan pelatihan dasar kepada jalak kerbau, dan sudah terlihat hasilnya, seharusnya tidak perlu khawatir burung akan lepas atau terbang jauh.
Kalaupun Anda tetap khawatir burung akan terlepas, maka cara lain yang bisa dilakukan sebagai pencegahan, yaitu:
- Mengikat kaki burung dengan tali / benang nilon (benang pancing). Panjang benang dapat disesuaikan.
- Nantinya jika burung sudah terlatih di luar ruangan, Anda bisa melepas tali yang mengikat kakinya.
- Cara seperti ini umum dilakukan ketika melatih burung-burung seperti elang, nuri, serta burung hantu di luar ruangan.
Setelah itu, cobalah Anda berdiri dalam jarak cukup jauh, misalnya 2-3 meter dari burung, lalu panggil burung sambil menunjukkan pakan berupa ulat hongkong, jangkrik, atau voer.
Jika burung menghampiri, tahap berikutnya adalah mulai memberi jarak lebih jauh lagi, misal 5 – 10 meter, atau tergantung jarak tali nilon yang diikat pada kakinya.
Lakukan hal ini terus-menerus, sampai jalak kerbau mau menghampiri saat Anda mengangkat tangan sambil memanggilnya.
Latihan ini dilakukan secara berulang setiap hari selama 2-3 kali latihan, sampai burung benar-benar terlatih dan faham dengan maksud Anda mengangkat tangan sambil memanggilnya.
Jangan lupa untuk melatih burung masuk sangkarnya dengan cara mengangkat sangkar atau memegang sangkar, lalu menunjukkannya kepada burung dengan pintu sangkar terbuka.
Jika beberapa kali latihan burung mau menghampiri anda, meski dalam jarak jauh dan mau juga masuk sangkarnya, itu berarti latihan sudah hampir berhasil, sehingga tali pengikat sudah tidak diperlukan lagi.
Tahap IV: Biarkan burung bermain di luar
Pada tahap ini, Anda akan memberi kesempatan kepada burung untuk bermain-main di sekitar sangkar atau di halaman rumah. Jika burung sudah terlatih, maka ia tidak akan berada jauh dari sangkar atau pemiliknya.
Tempatkan sangkarnya dalam posisi pintu terbuka lebar, dengan pakan lengkap di dalamnya. Jadi, ketika merasa lapar, burung akan keluar masuk sangkar dengan sesuka hatinya.
Selain itu, Anda dapat mengajak burung jalan-jalan. Ini untuk membiasakan burung berada di samping Anda, kemanapun Anda pergi.
Pada tahap ini, risiko terbesar adalah jalak kerbau milik Anda akan hilang dan ditangkap orang lain yang menganggapnya sebagai burung lepasan. Karena itu, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Anda bisa saja memasang ring jepit sebagai pengenal bagi burung tersebut.
Usahakan para tetangga mengenalinya, sehingga tidak menganggapnya sebagai burung lepasan saat dibiarkan berkeliaran bebas di halaman / pekarangan rumah.
Jika jalak kerbau sudah terlatih, Anda bisa membeli lagi beberapa ekor burung, lalu melatihnya dengan cara yang sama. Selain bisa Anda latih sendiri, jalak kerbau yang sudah terlatih pun bisa menjadi guru yang baik bagi jalak kerbau lainnya yang baru dibeli.
Mengatasi branjangan yang hanya ngeriwik saja
—-
Saat ini banyak pedagang di sejumlah pasar burung yang memiliki stok branjangan, baik yang masih bahan maupun sudah gacor.
Untuk burung bahan, mereka menjualnya dalam kandang ombyokan. Kalau
yang sudah berbunyi biasanya diletakkan dalam sangkar tersendiri.Sebagian BR mania menganggap burung dari Jawa memiliki kualitas terbagus. Itu sebabnya, harganya relatif lebih tinggi daripada branjangan dari daerah lain. Tidak jarang ada pedagang yang mengaku-ngaku jika burung yang dijualnya adalah branjangan jawa, meski sebenarnya dari daerah lain.
Branjangan memang terdiri atas 16 subspesies / ras, tiga di antaranya bisa ditemukan di Indonesia. Pertama, branjangan jawa (Mirafra javanica javanica). Habitatnya tak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga Bali dan wilayah selatan Kalimantan.
Kedua, branjangan dari Nusa Tenggara (Mirafra javanica parva). Ras ini berasal dari wilayah Sunda Kecil, yang mencakup Lombok, Sumbawa, Sumba (NTB), serta Flores (NTT). Ketiga, branjangan timor (Mirafra javanica timorensis) yang hanya bisa dijumpai di Pulau Timor dan Sawu.
Sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan mengenai performa suara dari branjangan berdasarkan habitat / daerah asalnya. Anggapan bahwa branjangan jawa lebih superior lebih mengarah kepada mitos, atau bahkan stigmatisasi kalangan tertentu untuk meningkatkan nilai jual burung saja.
So, dari manapun daerah asalnya, sepanjang burung branjangan dirawat dengan baik, tentu akan memberikan kepuasan kepada pemiliknya, berupa suara kicauannya yang merdu, lantang, gacor, juga gayanya yang aduhai.
Ngeriwik terus / volume tak bisa keras
Salah satu keluhan yang kerap mengemuka dari para penggemar branjangan adalah burung sudah dipelihara cukup lama, tetapi kok ya masih ngeriwik saja, atau tidak mau bersuara keras. Kegalauan ini sangat beralasan, sebab branjangan betina pun memiliki kemampuan untuk berkicau.
Untuk mengatasi branjangan yang hanya ngeriwik saja, kita bisa mengoreksi perawatan harian yang selama ini diterapkan. Hal pertama yang bisa dikoreksi adalah bagaimana setelan extra fooding (EF) selama ini?
Branjangan termasuk salah satu jenis burung yang mudah mengalami over birahi (OB). Anda tahu, salah satu sebab utama OB adalah pakan yang kandungan proteinnya terlalu tinggi. Karena itu, kalau porsi EF selama ini terlalu tinggi, perlu diturunkan sambil dipantau perkembangannya.
Contohnya begini. Selama ini Anda terbiasa memberikan 5 ekor jangkrik pada pagi hari, dan 5 ekor lagi pada sore hari. Namun burung tak kunjung ngeplong, alias ngeriwik saja. Coba porsi jangkrik diturunkan menjadi 1-2 ekor pada pagi dan sore hari.
Begitu juga porsi ulat hongkong, bisa dikurangi dari biasanya. Usahakan memberikan ulat hongkong berwarna putih, atau sedang dalam proses ganti kulit. Kroto harus tetap tersedia setiap, meski dalam jumlah sedikit.
Sambil mengubat setelan extra fooding, Anda juga bisa menerapkan dua terapi lainnya, yaitu penjemuran dan posisi sangkar :
- Biasakan rutin menjemur burung selama 2-3 jam per hari, dan jangan melebihi pukul 11.00.
- Sangkar bisa digantung di tempat yang lebih tinggi daripada biasanya.
Jika kondisi finansial belum memungkinkan, bisa saja burung ditemani audio kicauan branjangan, yang dapat dijadikan sparring partner atau untuk memaster branjangan di rumah.
Bagaimana kalau semua upaya mentok?
Kalau setelan pakan sudah diubah, penjemuran sudah dilakukan rutin, sangkar sudah digantung lebih tinggi daripada biasanya, dan sudah ada teman pendamping baik dalam bentuk burung atau sekadar auido mp3, tapi branjangan tetap saja ngeriwik, dapat dipastikan kalau secara genetik burung ini memiliki kadar testosteron yang rendah.
Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah memberi stimulant agar tubuh dapat memproduksi testosteron lebih banyak daripada biasanya. Stimulan yang bisa diberikan antara lain TestoBirdBooster (TBB).
Dengan perawatan yang baik, serta tanggap terhadap ketidaktepatan dalam perawatan selama ini, branjangan pasti akan melompat dari level ngeriwing ke ngeplong, lalu gacor.
Apa yang mesti dilakukan jika burung branjangan mabung?
-
Perawatan mabung yang tepat pada burung branjangan
bisa menentukan apakah burung tersebut akan tetap rajin bunyi seperti
sebelumnya, atau menjadi macet alias tidak mau bunyi lagi. Sebab,
seperti halnya anis merah, branjangan memiliki karakter yang labil ketika memasuki masa mabung.Berikut ini enam tips perawatan yang mesti dilakukan pada burung branjangan selama masa mabung:
1. Perhatikan masalah kerodong
Masalah full kerodong dan tanpa kerodong memang masih menjadi pro-kontra di kalangan branjangan mania. Sebagian beranggapan, branjangan yang selama masa mabung diberikan full kerodong, maka usai mabung akan sulit kembali ke performa awalnya sebagai burung yang rajin bunyi.
Anggapan itu menjadi benar terutama pada burung yang dalam perawatan kesehariannya (di luar masa mabung) memang sudah terbiasa tidak dikerodong. Jadi, ketika selama mabung dikerodong, apalagi jika kerodongnya berwarna cerah atau memiliki motif tertentu, burung menjadi ketakutan dan bisa berakibat stres.
Dampak lanjutannya, proses mabung berjalan tidak sempurna. Itulah sebabnya, selepas mabung, burung branjangan tidak mau berbunyi seperti sebelum mabung.
Jika Anda terbiasa tidak memberikan kerodong pada branjangan, maka selama mabung pun burung tidak perlu dikerodong.
Namun, kalau branjangan sehari-hari sudah terbiasa dikerodong, maka selama mabung perlu dikerodong agar memperoleh ketenangan yang memang diperlukan selama masa pergantian bulu tersebut.
Dengan demikian, sebenarnya tidak ada istilah pro-kontra dalam penggunaan kerodong selama burung mabung. Semuanya disesuaikan dengan kebiasaan dan karakter burung selama ini.
Tips membedakan jantan – betina burung branjangan
Membedakan jenis kelamin burung branjangan (Mirafra javanica)
memang hal yang relatif sulit. Jantan dan betina dari burung yang
termasuk keluarga Alaudidae dari genus Mirafra memiliki penampilan yang
hampir mirip, tidak seperti kerabatnya dari genus Melanocorypha yang
bisa di-sexing berdasar penampilan fisik luar. Namun hal tersebut tentu
bukan masalah besar bagi orang yang sudah faham dan berpengalaman
menangani branjangan seperti Om Yogi Prayogi yang mau berbagi tips bagaimana membedakan burung branjangan jantan dan betina.
Kiprah lama Om Yogi di dunia branjangan memang tidak perlu diragukan. Sudah bertahun-tahun dia menjadi penggemar burung branjangan, yang karenanya dia pun berinisiatif untuk mulai melestarikan burung yang kini mulai sulit ditemukan di habitat aslinya itu melalui usaha penangkaran.
Kini, tidak sedikit penggemar burung branjangan yang mulai merintis penangkartan burung yang suka hoovering ketika berkicau ini. Kebangkitan branjangan juga tampak dari semakin maraknya lomba-lomba khusus kelas branjangan.
Membedakan jenis kelamin (jantan-betina) branjangan
Burung jantan dan betina dari genus mirafra ini sama-sama memiliki kemampuan berkicau meskipun suara kicauan burung jantan lebih bervariasi. Ini berbeda dengan genus melanocorypha seperti burung pailing (Melanocorypha mongolica), karena hanya burung jantan dari genus ini yang bisa berkicau.
Seperti disebutkan Om Yogi melalui grup Himpunan Pelestari Branjangan Indonesia, membedakan jenis kelamin burung branjangan bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa kondisi sebagai berikut :
1. Melihat penampilan anakan
-
-
Burung jantan memiliki mata dengan pandangan yang cukup tajam dan jika diperhatikan lebih seksama ada bulu halus berwarna hitam yang terdapat pada bagian depan mata dekat dengan paruh bagian atas. Selain itu jika dicermati pada bagian paruh dan bawah kupingnya, maka akan terlihat bulu yang berwarna putih yang tampak berdiri (mekar).
3. Melihat ukuran tubuh
-
-
Umumnya juga burung jantan memiliki bulu-bulu yang halus dan tegas pada bagian dadanya. Bentuk bulu ini mulai terlihat sejak burung masih berusia trotolan.
5. Mendengar suaranya
-
Bagian ekor adalah bagian yang bisa menjadi salah satu yang jadi perhatian ketika memilih burung branjangan yang berjenis kelamin jantan. Burung branjangan jantan biasanya memiliki bentuk ekor yang tampak selalu terbuka / mengembang, sedangkan bentuk ekor burung betina cenderung memiliki ekor yang tipis dan sering menutup.
-
Setelah anda mendapatkan burung sesuai dengan kondisi di atas, maka perawatan selanjutnya pun cenderung akan lebih mudah. Karena bagaimanapun burung jantan pasti akan berkicau, dan cepat atau lambatnya proses kicauan burung tersebut tentu tergantung dari bagaimana bentuk perawatan yang telah anda terapkan selama ini.
Semoga bermanfaat
Kiprah lama Om Yogi di dunia branjangan memang tidak perlu diragukan. Sudah bertahun-tahun dia menjadi penggemar burung branjangan, yang karenanya dia pun berinisiatif untuk mulai melestarikan burung yang kini mulai sulit ditemukan di habitat aslinya itu melalui usaha penangkaran.
Kini, tidak sedikit penggemar burung branjangan yang mulai merintis penangkartan burung yang suka hoovering ketika berkicau ini. Kebangkitan branjangan juga tampak dari semakin maraknya lomba-lomba khusus kelas branjangan.
Membedakan jenis kelamin (jantan-betina) branjangan
Burung jantan dan betina dari genus mirafra ini sama-sama memiliki kemampuan berkicau meskipun suara kicauan burung jantan lebih bervariasi. Ini berbeda dengan genus melanocorypha seperti burung pailing (Melanocorypha mongolica), karena hanya burung jantan dari genus ini yang bisa berkicau.
Seperti disebutkan Om Yogi melalui grup Himpunan Pelestari Branjangan Indonesia, membedakan jenis kelamin burung branjangan bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa kondisi sebagai berikut :
- Melihat penampilan anakan
- Melihat bentuk kepala
- Melihat ukuran tubuh
- Mendengar suaranya
- Melihat warna bulu dada
- Melihat bentuk ekor
1. Melihat penampilan anakan
-
Bentuk kepala burung anakan betina
cenderung lebih kecil dari bentuk kepala burung jantan, selain itu
anakan burung jantan memiliki warna bulu yang lebih tajam dan tegas dibanding anakan burung betina, bahkan dari suaranya terdapat perbedaan.
2. Melihat bagian kepala-
Burung jantan memiliki mata dengan pandangan yang cukup tajam dan jika diperhatikan lebih seksama ada bulu halus berwarna hitam yang terdapat pada bagian depan mata dekat dengan paruh bagian atas. Selain itu jika dicermati pada bagian paruh dan bawah kupingnya, maka akan terlihat bulu yang berwarna putih yang tampak berdiri (mekar).
3. Melihat ukuran tubuh
-
Secara umum, burung jantan memiliki
ukuran tubuh yang lebih besar dari burung betina. Namun hal ini tentu
akan berbeda tergantung asal daerahnya, misalnya burung branjangan
betina yang berasal dari Jawa tentu akan memiliki tubuh yang lebih besar
dari burung yang berasal dari NTB atau daerah lainnya.
4. Melihat warna bulu dada -
Umumnya juga burung jantan memiliki bulu-bulu yang halus dan tegas pada bagian dadanya. Bentuk bulu ini mulai terlihat sejak burung masih berusia trotolan.
5. Mendengar suaranya
Pada burung yang masih berusia muda,
burung betina cenderung jarang atau malas berbunyi dibandingkan burung
jantan muda yang lebih sering ngeriwik. Ketika burung sudah berusia
dewasa, burung betina akan memiliki kemampuan bersuara lebih keras namun
kurang variasi dengan suara kicauannya yang monoton (diulang-ulang),
sedangkan burung jantan akan memiliki suara yang cukup lantang dengan
suara kicauan yang cukup bervariasi.
6. Melihat bentuk ekor
Branjangan
Jantan (kiri) dengan ekor yang selalu terbuka dan burung betina dengan
ekornya yang sering menutup | Foto koleksi om TM
Bagian ekor adalah bagian yang bisa menjadi salah satu yang jadi perhatian ketika memilih burung branjangan yang berjenis kelamin jantan. Burung branjangan jantan biasanya memiliki bentuk ekor yang tampak selalu terbuka / mengembang, sedangkan bentuk ekor burung betina cenderung memiliki ekor yang tipis dan sering menutup.
-
Setelah anda mendapatkan burung sesuai dengan kondisi di atas, maka perawatan selanjutnya pun cenderung akan lebih mudah. Karena bagaimanapun burung jantan pasti akan berkicau, dan cepat atau lambatnya proses kicauan burung tersebut tentu tergantung dari bagaimana bentuk perawatan yang telah anda terapkan selama ini.
Semoga bermanfaat
Tips menyiapkan burung branjangan untuk lomba
Burung branjangan yang mau dilombakan hendaknya sudah memiliki beberapa kriteria berikut ini:
- Memiliki mental yang cukup.
- Memiliki gaya dan suara kicauan yang bervariasi.
- Sudah teratur menjalani perawatan harian.
Jika burung baru pertama kali dilombakan, sebaiknya jangan terlalu berharap banyak dulu menjadi juara. Burung pun membutuhkan masa adaptasi dengan suasana lomba. Tetapi jika dalam penampilan perdana sudah mampu berprestasi, itu bonus bagi Anda, sekaligus menandakan burung memiliki prospek bagus dalam even berikutnya.
Namun jika burung belum bisa masuk daftar juara (1-10), jangan patah semangat. Anggap saja ini sebagai sarana pelatihan atau sparring partner untuk mendidik burung branjangan Anda agat kelak bisa berprestasi lebih baik.
Di luar faktor perawatan harian dan pengaturan extra fooding, ada faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi branjangan ketika dilombakan.
Berikut ini beberapa hal yang bisa mempengaruhi dan sekaligus bisa menjadi alternatif dari perawatan burung branjangan sebelum dilombakan.
1. Tempel / cas dengan burung sejenis
Sudah bukan rahasia umum kalau setiap kali burung mau dilombakan, apalagi kalau burung tampak kurang siap tempur atau kurang birahi, maka hal yang sering dilakukan para pemain adalah mengecas burungnya bersama burung-burung milik peserta lainnya. Dengan begitu emosi burung diharapkan bisa naik, dan sifat fighter burung segera muncul, sehingga ketika digantang sudah dalam kondisi siap tempur.
2. Tempel / cas dengan burung betina
Menempel atau mengecas burung yang akan dilombakan dengan burung sejenis yang berkelamin betina juga sering dilakukan para pemain ketika akan melombakan burungnya.
Masalahnya menjadi lain ketika kita tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bagaimana membedakan jenis kelamin burung branjangan. Sebab burung jantan dan betina memiliki bentuk tubuh, penampilan, maupun warna bulu yang hampir sama.
Bagi yang belum tahu cara mengidentifikasi burung branjangan jantan dan betina, silakan buka lagi panduannya di sini.
3. Tempel / cas dengan burung jenis lainnya
Ada beberapa burung branjangan yang tidak mau tampil di arena lomba lantaran kurang birahi atau kurang siap tempur, meski sebelumnya telah dicas dengan burung sejenis maupun burung sejenis yang berkelamin betina.
Namun ketika ditempel dengan jenis burung berkicau lainnya, terutama cucak jenggot, burung gereja, kenari, dan sebagainya, burung branjangan justru memunculkan sifat teritorial dan karakter fighternya. Hal tersebut ternyata bisa memberi pengaruh cukup baik pada penampilannya di arena lomba.
Karena itu, jika branjangan Anda masih demam panggung, meski segala usaha telah dilakukan termasuk mengatur extra fooding (EF) dan mengecas dengan burung sejenis, tidak aaa salahnya mencoba terapi ini. Carilah burung kicauan jenis lain yang bisa membuat branjangan Anda naik pitam. Jadi, setiap kali membawanya ke arena lomba, branjangan bisa ditempel atau dicas terlebih dulu dengan burung tersebut.
4. Jangan membuat branjangan kaget atau merasa takut
Ketika pertama kali membawa branjangan ke arena lomba, biasanya kita tergesa-gesa menggantangnya. Apalagi ketika burung dalam kondisi siap digantang. Sangkar branjangan berbeda dari sangkar burung kicauan lainnya, sehingga mudah terbentur benda-benda lain seperti pagar arena, kursi, atau sangkar milik peserta lainnya.
Jika tidak berhati-hati membawa sangkar burung, akibatnya branjangan yang ada di dalamnya bisa kaget bahkan mentalnya langsung ngedrop. Saat dilombakan, rasa kaget belum hilang. Bahkan burung merasa takut melihat lawan-lawannya, atau mendengar kicauan lawan-lawan di sekelilingnya. Alhasil, selama lomba berlangsung, burung tidak bisa tampil maksimal bahkan macet bunyi.
5. Mengenali karakter dan kebiasaan branjangan ketika dikerodong
Setiap individu burung memiliki karakter yang berbeda-beda. Demikian juga branjangan yang akan dilombakan. Ada beberapa individu yang lebih senang diberi full kerodong sebelum digantang. Ada juga burung yang diberi full kerodong sejak 1-2 hari sebelum lomba dimulai, dengan tujuan agar burung tidak berbunyi (untuk menyimpan energi dan stamina).
Untuk itu, Anda bisa memperhatikan karakter branjangan dengan mencoba melatihnya dengan mengerodongnya, lalu dipantau reaksinya setelah kerodong dibuka dan bertemu musuh-musuhnya.
6. Jaga kebersihan sangkar
Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum branjangan dilombakan adalah menjaga kebersihan sangkarnya, terutama kebersihan dari pasir-pasir yang di dasar sangkar (apa manfaat pasir di sangkar branjangan bisa dilihat di sini).
Bersihkan pula kotoran yang menumpuk, sisa-sisa pakan, juga serangga yang masih hidup dan bergerak di dasar sangkar. Sebab semua ini bisa mengganggu penampilan branjangan saat dilombakan.
7. Maksimalkan stamina dan suara dengan BirdPower
Ada kalanya burung branjangan sudah memiliki mental yang baik, fighter, namun kekurangan stamina dan power yang bisa mengurangi penampilannya di arena lomba. Alhasil, burung hanya bagus di awal lomba dan gembos di tengah dan akhir lomba.
Untuk mencegah burung mengalami masalah tersebut saat berlomba, Anda bisa memberikan pakan bernutrisi tinggi, yang dilengkapi dengan resep-resep khusus yang bermanfaat untuk memaksimalkan penampilan burung-burung lomba.
Contohnya BirdPower, pakan racikan yang dibuat khusus untuk burung pemakan bijian, yang terdiri atas paduan ATP (Adenosine Tri-Posphate) dan multivitamin lengkap yang bermanfaat untuk menambah power, stamina, dan meningkatkan kekuatan suara kicauan dari burung yang akan dilombakan.
Itulah beberapa tips menyiapkan burung branjangab sebelum lomba, agar penampilannya bisa maksimal.
Beberapa poin penting dalam perawatan burung pailing saat mabung
Burung pailing yang dijual di sejumlah pasar burung di Indonesia terdiri atas dua jenis, yaitu mongolian lark (Melanocorypha mongolica) dan calandra lark (Melanocorypha calandra).
Saat mabung, burung kerap mengalami perubahan perilaku. Misalnya, jika semula jinak menjadi liar, atau dari rajin bunyi menjadi macet bunyi, dan sebagainya.
Karena itulah, Anda perlu mengetahui beberapa poin penting ketika burung pailing memasuki masa mabungnya, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Berikut beberapa poin penting yang harus diperhatikan ketika burung pailing sedang mabung:
1. Pengaturan pakan
Pakan yang diberikan kepada pailing saat mabung terdiri atas berbagai bijian seperti milet, canary seed, dan gabah. Tak hanya itu, pailing juga membutuhkan extra fooding (EF) seperti serangga. Berikan pakan serangga ini dalam porsi lebih banyak daripada kondisi normal.
Umumnya pakan serangga yang diberikan kepada burung pailing selama mabung adalah jangkrik. Namun tidak sedikit pula penggemar di negara asalnya yang memberikan orong-orong atau gaang.
Serangga ini diyakini punya kandungan protein dan asam amino lebih tinggi daripada jangkrik, sehingga cukup popular sebagai EF bagi beberapa jenis burung kicauan.
Selain jangkrik dan orong-orong, serangga lain yang bisa diberikan adalah belalang dan ulat hongkong.
2. Pengaturan air minum
Ketika burung pailing sedang mabung, Anda harus selalu memperhatikan kondisi air minumnya. Sebab burung mabung sering mengkonsumsi air minum. Air minim ini secara rutin harus diganti, minimal setiap 12 jam sekali, untuk menjamin kebersihannya dari sisa-sisa pakan dan kotoran.
3. Pengaturan udara
Selama mabung, burung harus mendapatkan udara segar. Tempatkan burung di bawah pohon rindang, dengan kondisi angin sepoi-sepoi. Sebab embusan angin sepoi-sepoi bisa memberi sirkulasi atau kesegaran udara di dalam sangkarnya.
Ketika burung mabung, sebaiknya hindari udara penuh polusi. Jadi, jangan menggantang burung di tempat yang dekat dengan pembakaran sampah atau jalan raya yang padat kendaraan, atau lokasi yang sering dilalui angin cukup kencang.
4. Pengaturan jemur
Sinar matahari pagi memiliki manfaat cukup banyak bagi burung pailing yang sedang mabung. Selain menghangatkan dan menyegarkan kulit dan bulu-bulunya, juga membantu burung dalam menyerap kalsium dari bahan pakan. Sebab kalsium mudah diserap apabila burung kecukupan provitamin D yang berasal dari sinar matahari pagi.
Jemur burung hanya pada pagi hari saja, sekitar pukul 05.30 – 08.00. Setelah itu, burung kembali digantang di tempat teduh untuk meneruskan masa mabungnya.
5. Pengaturan pasir
Pasir harus selalu dibersihkan atau diganti setiap seminggu. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan dari serangan / infeksi bakteri, tungau, atau parasit lain yang biasa menyerang burung saat mabung, terlebih dengan kondisi suhu dan cuaca yang berbeda dari habitat aslinya.
6. Pemberian sayuran dan buah
Selama mabung, burung perli diberikan sayuran hijau dan buah-buahan. Tujuannya, selain memperkaya nutrisi dalam beragam jenisnya, juga agar burung tidak mudah stres. Stres pada pailing saat mabung bisa membuat perubahan pada perilaku burung tersebut.
7. Pengaturan vitamin
Dalam kondisi mabung maupun tidak mabung, semua jenis burung piaraan di dalam sangkar maupun kandang mestinya harus rutin diberi multivitamin. Karena tidak ada jaminan semua jenis pakan yang dikonsumsi burung dalam satu hari bisa memenuhi kualitas dan kuantitas vitamin yang sangat beragam jenisnya.
Itu sebabnya, hasil penelitian membuktikan bahwa sebagian besar burung piaraan kekurangan vitamin dan mineral, jika tidak diberi asupan tambahan di luar pakan yang dikonsumsinya.
Pada burung mabung, termasuk pailing, kebutuhan vitamin menjadi sangat penting. Sebab, burung yang mabung secara alamiah mengalami penurunan kondisi yang drastis. Pemberian multivitamin seperti BirdVit bukan hanya membantu mencukupi kebutuhan vitaminnya, melainkan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang sempat menurun selama masa mabung.
8. Pengaturan kebersihan
Kebersihan sangkar juga harus mendapat perhatian serius, baik dalam kondisi normal maupun saat mabung. Pasalnya, sangkar yang kotor menjadi penyebab terbesar datangnya berbagai bibit penyakit, baik berupa bakteri, jamur, tungau, kutu, cacing, dan parasit lainnya.
Sangkar perlu dibersihkan 1-2 hari sekali. Kemudian seminggu sekali disucihamakan dengan desinfektan khusus burung seperti FreshAves.
9. Menjaga karakter burung
Saat mabung, karakter burung pailing mudah berubah, terutama jika burung mengalami stress. Bahkan karakter pailing bisa berubah 180 derajat dari kondisi sebelumnya, misalnya burung jinak menjadi giras / galak, burung rajin bunyi jadi macet bunyi, dan sejenisnya
Karena itulah, Anda perlu menjaga karakter pailing dengan memberikan rasa aman dan nyaman selama menjalani masa mabungnya. Memberi rasa aman dan nyaman itu dapat dilakukan dengan menghindarinya bertemu dari burung sejenis selama mabung, jangan membuatnya kaget atau terkejut, mencegah hewan predator yang mendekati sangkarnya, dan lain-lain.
Itulah beberapa poin penting dalam perawatan burung pailing semasa mabung. Dengan perawatan yang tepat, burung pailing bisa menjalani masa mabungnya dengan lancar.
Semoga bermafaat.
Langganan:
Postingan (Atom)